![]() |
| BICARA: Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Program Kerja TP PKK Provinsi Kalsel Tahun Anggaran 2027 - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah untuk memastikan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK Tahun 2027 lebih terpadu dan tepat sasaran.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Program Kerja TP PKK Provinsi Kalsel Tahun Anggaran 2027 yang dihadiri Ketua TP PKK Kalsel Hj Fathul Jannah Muhidin bersama pengurus dan perwakilan perangkat daerah Pemprov Kalsel.
Fathul Jannah mengatakan, 10 Program Pokok PKK selama ini telah masuk dalam berbagai program dan kegiatan perangkat daerah. Karena itu, diperlukan koordinasi agar kegiatan tidak berjalan sendiri-sendiri atau menyasar lokasi dan masyarakat yang sama.
“Jangan sampai sasaran yang sama didatangi oleh dua atau tiga kegiatan serupa dalam satu tahun, sedangkan desa atau kelurahan lain belum tersentuh sama sekali. Keadaan inilah yang ingin kita perbaiki melalui rapat kita hari ini,” ujar Fathul Jannah.
Melalui rakor tersebut, setiap perangkat daerah diminta menyampaikan rencana kegiatan 2027 yang berkaitan dengan 10 Program Pokok PKK, termasuk sasaran, lokasi, dan perkiraan waktu pelaksanaan.
Kegiatan dengan sasaran dan lokasi yang sama selanjutnya diharapkan dapat diintegrasikan. Dengan begitu, sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan program ke kabupaten/kota dan wilayah yang belum mendapatkan layanan serupa.
“Ke depan kita ingin SKPD dengan Program PKK serupa bisa bekerja bersama, agar lebih efisien dan menjangkau masyarakat Kalsel lebih luas lagi,” katanya.
Fathul Jannah juga mendorong agar kegiatan PKK lebih banyak dilaksanakan langsung di kabupaten/kota. Menurutnya, pola tersebut dapat meningkatkan keterlibatan kader sekaligus mendekatkan manfaat program kepada masyarakat.
“Untuk pelaksanaan kegiatan PKK, usahakan agar langsung datang atau dilaksanakan di kabupaten/kota agar kader yang mengikuti bisa lebih banyak jumlahnya,” ujarnya.
Sejumlah perangkat daerah kemudian memaparkan rencana kegiatan yang akan disinergikan dengan 10 Program Pokok PKK. Di antaranya program ketahanan pangan keluarga, B2SA, pembinaan ketahanan keluarga, Gerakan Minum Susu, Makan Telur dan Makan Olahan Daging Ayam, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pencegahan perkawinan anak, hingga penguatan keluarga.
Sinergi juga mencakup bidang kesehatan, sosial, pendidikan, perumahan dan permukiman, kelautan dan perikanan, koperasi dan UMKM, perdagangan, komunikasi dan informatika, serta ketenteraman dan perlindungan masyarakat.
Kepala BPKAD Provinsi Kalsel menyampaikan, berbagai program PKK telah diakomodasi melalui perangkat daerah. Namun, karena penyusunan Raperda APBD Tahun Anggaran 2027 masih berlangsung, perangkat daerah masih memiliki kesempatan melakukan pengecekan terhadap kegiatan yang beririsan dengan program PKK.
BPKAD selanjutnya akan melakukan verifikasi terhadap program dan kegiatan PKK pada masing-masing perangkat daerah.
Hasil rakor akan dihimpun Sekretariat TP PKK Kalsel dalam bentuk matriks kegiatan bersama Tahun 2027. Matriks tersebut akan menjadi acuan penyusunan rencana kerja TP PKK sekaligus bahan pembinaan bagi TP PKK kabupaten/kota hingga tingkat dasawisma.
Fathul Jannah berharap hasil koordinasi tersebut dapat ditindaklanjuti masing-masing perangkat daerah bersama kelompok kerja TP PKK agar pelaksanaan program 2027 lebih efektif dan memiliki jangkauan yang lebih luas.
“Harapan kita semoga semua SKPD yang terkait di 10 Program PKK dapat berjalan dengan baik untuk realisasinya, dan yang tidak terkait bisa dapat memberikan dukungan kepada pelaksanaan kegiatan PKK,” pungkasnya.
Penulis: H. Faidur
