Trending

Redam Polemik Monumen Antasari, Pemko Banjarmasin Janji Bangun Kembali Karya Misbach Tamrin dengan Prasasti

SILATURAHMI: Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR saat berkunjung ke kediaman Misbach Tamrin - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mengambil langkah konkret untuk meredam polemik pembongkaran Monumen Taman Gerbang Kota di perempatan Jalan Pangeran Antasari. Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, memastikan karya seniman senior Misbach Tamrin akan dibangun kembali di lokasi baru dan dilengkapi prasasti sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai sejarah serta penciptanya.

Komitmen tersebut disampaikan Yamin saat bersilaturahmi ke kediaman Misbach Tamrin, Senin (3/8/2026), menyusul munculnya kritik dari kalangan seniman dan budayawan atas pembongkaran monumen yang menjadi salah satu ikon Kota Banjarmasin.

Dalam pertemuan itu, Yamin menyampaikan permohonan maaf secara langsung sekaligus menjelaskan alasan pemerintah melakukan penataan kawasan di simpang Jalan Pangeran Antasari.

"Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas pembongkaran monumen karya beliau. Pemerintah ingin menjelaskan tujuan penataan kawasan agar tidak terjadi kesalahpahaman," ujar Yamin.

Menurut Yamin, penjelasan tersebut diterima dengan baik oleh Misbach Tamrin beserta keluarganya. Bahkan, sang seniman disebut memahami bahwa penataan dilakukan demi kepentingan pembangunan kota.

Ia mengungkapkan, selama bertahun-tahun monumen tersebut tidak memiliki prasasti ataupun penanda yang menjelaskan identitas penciptanya. Kondisi itu dinilai menjadi salah satu penyebab minimnya informasi mengenai nilai historis karya tersebut.

"Kalau sejak awal ada prasasti atau penjelasan siapa pembuatnya, tentu pemerintah akan lebih mudah mengetahui nilai sejarah dan seninya," katanya.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap karya Misbach Tamrin, Pemko Banjarmasin berkomitmen membangun kembali monumen tersebut di lokasi yang lebih representatif. Monumen baru nantinya juga akan dilengkapi prasasti yang memuat identitas karya dan penciptanya.

"Lokasinya akan kami diskusikan bersama keluarga beliau. Saat dibangun kembali, akan dibuat prasasti yang ditandatangani langsung oleh beliau bersama pemerintah kota sebagai bentuk penghormatan," jelas Yamin.

Tidak hanya itu, Pemko Banjarmasin juga membuka peluang menyelamatkan aset-aset budaya lain yang masih dimiliki masyarakat, termasuk rumah Banjar asli yang dinilai memiliki nilai sejarah.

Menurut Yamin, pemerintah siap memproses pengambilalihan aset budaya sesuai ketentuan apabila pemilik berkeinginan menyerahkannya kepada pemerintah agar dapat dilestarikan sebagai bagian dari identitas Kota Seribu Sungai.

Menutup pertemuan tersebut, Yamin menegaskan seluruh masukan dari Dewan Kesenian Banjarmasin, budayawan, maupun masyarakat akan menjadi bahan evaluasi agar pembangunan kota ke depan berjalan seiring dengan pelestarian sejarah dan kebudayaan.

"Ke depan kami ingin memastikan setiap pembangunan tetap memperhatikan aspek seni, sejarah, dan warisan budaya sehingga identitas Kota Banjarmasin tetap terjaga," tegasnya.

Penulis: Rian

Lebih baru Lebih lama