![]() |
| FOTO BERSAMA: Workshop Kesetaraan Gender Tahun 2026 yang digelar DP3APMP2KB Banjarbaru - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Pemerintah Kota Banjarbaru memperkuat komitmen mendorong kesetaraan gender dalam pembangunan daerah. Salah satunya melalui Workshop Kesetaraan Gender Tahun 2026 yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Banjarbaru.
Kegiatan berlangsung di Aula Gawi Sabarataan Kota Banjarbaru, Senin (24/8/2026), dan dibuka oleh Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby yang diwakili Asisten I Pemerintah Kota Banjarbaru.
Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan pada kegiatan tersebut, disampaikan apresiasi kepada DP3APMP2KB yang telah menggelar workshop sebagai bagian dari upaya memperkuat peran perempuan dalam pembangunan Kota Banjarbaru.
Menurutnya, kesetaraan gender bukan berarti perempuan dan laki-laki harus memiliki peran yang sama dalam segala hal. Kesetaraan lebih berkaitan dengan terpenuhinya kesempatan, akses, partisipasi, serta manfaat yang adil bagi perempuan dan laki-laki dalam proses pembangunan.
Konsep tersebut sejalan dengan Pengarusutamaan Gender (PUG), yang perlu diterapkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan. Dengan demikian, perspektif gender dapat menjadi bagian dari setiap kebijakan dan program pemerintah daerah.
“Kesetaraan gender bukan berarti perempuan dan laki-laki harus menjadi sama dalam segala hal, tetapi bagaimana keduanya memperoleh kesempatan, akses, partisipasi, dan manfaat yang adil dalam pembangunan,” demikian disampaikan dalam sambutan Wali Kota.
Melalui workshop tersebut, Pemkot Banjarbaru mendorong terciptanya ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berperan dalam berbagai sektor pembangunan.
Peran tersebut mencakup bidang politik, hukum, sosial hingga ekonomi. Pemerintah daerah menilai keterlibatan perempuan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang mampu memberikan manfaat secara lebih luas bagi masyarakat.
Pembangunan Kota Banjarbaru, lanjutnya, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Perempuan dan laki-laki diharapkan dapat berjalan beriringan, saling mendukung, serta mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.
Para peserta workshop juga diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai kesetaraan gender. Hasil diskusi dan gagasan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan serta disebarluaskan di lingkungan masing-masing.
Pemkot Banjarbaru mengajak seluruh pihak bersama-sama membangun lingkungan yang semakin terbuka bagi perempuan untuk berkontribusi, berkarya, serta terlibat dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Workshop Kesetaraan Gender Tahun 2026 tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah memperkuat pelaksanaan pembangunan yang inklusif, adil, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat Kota Banjarbaru.
Penulis: H. Faidur
