Trending

Kabut Asap Selimuti Banjarmasin, BPBD Sebut Kiriman Daerah Tetangga

PEMADAMAN: Petugas BPBD Banjarmasin memadamkan karhutla - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Kualitas udara di Kota Banjarmasin mulai menurun seiring munculnya kabut asap dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut terutama dirasakan di sejumlah kawasan yang berada dekat wilayah perbatasan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, Husni Thamrin, mengatakan kabut asap yang masuk ke wilayah Banjarmasin bukan bersumber dari kebakaran lahan yang terjadi di dalam kota.

Menurut dia, sejumlah kebakaran lahan semak belukar di Banjarmasin memang sempat terjadi. Namun, skala kebakaran tersebut relatif kecil sehingga tidak menjadi sumber utama kabut asap yang kini dirasakan masyarakat.

“Walaupun ada beberapa kejadian kebakaran lahan di Kota Banjarmasin, tapi kita pastikan kebakaran lahan semak belukar yang kecil-kecil ini tidak menyebabkan sumber asap yang terjadi di Banjarmasin,” tegas Husni di Balai Kota, Kamis (20/8/2026).

Husni menjelaskan, kabut asap yang masuk ke Banjarmasin merupakan dampak karhutla dari daerah sekitar atau wilayah tetangga.

“Adapun yang kita rasakan beberapa waktu ini, dari tipis-tipis sampai agak tebal, khususnya di daerah perbatasan, itu memang kiriman dari daerah lain karena di tetangga kita juga ada kebakaran,” jelasnya.

Dampak kabut asap tersebut terutama dirasakan di kawasan yang berdekatan dengan wilayah perbatasan. Beberapa di antaranya Banjarmasin Selatan, Banjarmasin Timur sekitar Kilometer 6, serta Banjarmasin Utara di sekitar kawasan Sungai Andai.

Menurut Husni, kabut asap biasanya mulai berkumpul pada malam hingga menjelang subuh. Kondisi tersebut kemudian berangsur menipis setelah matahari terbit.

Meski kabut asap berasal dari luar wilayah Banjarmasin, Pemerintah Kota Banjarmasin bersama instansi terkait tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi udara.

Langkah tersebut dilakukan untuk memantau dampak paparan asap sekaligus mengantisipasi apabila kondisi karhutla di wilayah sekitar kembali meningkat.

Penulis: H. Faidur

Lebih baru Lebih lama