![]() |
| PENINJAUAN: Wali Kota Lisa meninjau proyek pembangunan Jalan Purnawirawan–Guntung Manggis - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby turun langsung memantau pembangunan Jalan Purnawirawan–Guntung Manggis, Kamis (20/8/2026). Infrastruktur tersebut ditargetkan menjadi akses alternatif sekaligus membuka konektivitas baru di kawasan Banjarbaru.
Dalam peninjauan tersebut, Lisa didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Banjarbaru Eka Yuliesda Akbari. Keduanya melihat langsung progres pekerjaan, termasuk tahapan pengaspalan jalan.
Proyek tersebut merupakan bagian dari program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang dilaksanakan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan.
Nilai kontrak pembangunan mencapai Rp35,4 miliar, dengan pelaksana pekerjaan PT Multi Prasarana Utama. Sementara pengawasan proyek dilakukan PT Prima Cipta Karsa Sabbapathamam (KSO)–PT Petra Penida Energi Indonesia.
Trase jalan yang dibangun memiliki panjang 2,175 kilometer. Lebar aspal mencapai 5,5 meter dengan lebar badan jalan 8,5 meter.
Bagi Pemkot Banjarbaru, pembangunan tersebut memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu dari 14 trase jalan lingkar yang diinisiasi Wali Kota Lisa untuk memperkuat jaringan konektivitas kota.
Lisa mengatakan keberadaan jalan baru diharapkan mampu memberikan akses bagi kawasan yang sebelumnya masih terbatas dari sisi infrastruktur.
“Tentunya jalan baru ini membuka daerah terisolir yang selama ini tidak memiliki akses dan diharapkan mampu menumbuhkan titik-titik pertumbuhan baru di Kota Banjarbaru,” kata Lisa.
Tidak hanya mempermudah perjalanan masyarakat, akses Purnawirawan–Guntung Manggis diharapkan memberikan dampak lanjutan terhadap perkembangan kawasan.
Jalur baru dapat menjadi alternatif pergerakan masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka peluang tumbuhnya kegiatan ekonomi di kawasan yang terkoneksi dengan jalan tersebut.
Pengembangan jalan lingkar juga menjadi bagian dari respons Pemkot Banjarbaru terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat dan perkembangan wilayah perkotaan.
Dengan jaringan jalan yang semakin terhubung, pemerintah berharap beban lalu lintas dapat tersebar dan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan akses menuju berbagai kawasan.
Ke depan, pembangunan 14 trase jalan lingkar tersebut diharapkan membentuk sistem konektivitas yang lebih terintegrasi sekaligus mendukung Banjarbaru sebagai pusat pertumbuhan baru di Kalimantan Selatan.
Penulis: H. Faidur
