![]() |
| KOMPAK: Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Neli Listriani bersama model muda dari The One Management - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Sebanyak tujuh model muda dari The One Management (TOM) akan mewakili Kota Banjarmasin dan Kalimantan Selatan pada Festival Etnik Model Indonesia 2026 di Jakarta.
Sebelum bertolak ke ibu kota, para peserta bersama pendamping melakukan audiensi dengan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR dan Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Neli Listriani di Balai Kota Banjarmasin, Kamis (20/8/2026).
Owner The One Management, Anang, mengatakan tujuh model tersebut merupakan peserta yang telah melewati tahap audisi dan dinyatakan lolos menuju babak final tingkat nasional.
“Kita ada 7 orang yang berangkat ke Jakarta. Mereka terbagi dalam beberapa kategori usia, mulai dari Kategori A (4–8 tahun), Kategori B (9–12 tahun), Kategori C (13–15 tahun), hingga Kategori D (16–25 tahun) untuk tingkat dewasa,” ujar Anang.
Menurut Anang, keikutsertaan dalam ajang tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengejar prestasi. Para peserta juga diharapkan memperoleh pengalaman dan jam terbang sekaligus mengembangkan bakat serta kepercayaan diri di dunia modeling.
“Harapannya supaya anak-anak lebih banyak pengalamannya, memperbanyak jam terbang lagi agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. Lewat dunia model dan passion ini, kita salurkan bakat mereka agar lebih berkembang dalam hal prestasi untuk mewakili Kota Banjarmasin,” katanya.
Anang juga berpesan kepada para model muda agar memberikan penampilan terbaik dan tidak mudah menyerah selama mengikuti kompetisi.
“Pesan saya untuk anak-anak tetap terus berjuang, berikan yang terbaik. Apapun hasilnya, yang penting berjuang dulu, pantang mundur, dan bisa membawa nama baik Banjarmasin,” ujarnya.
Dukungan terhadap keikutsertaan tujuh model tersebut juga disampaikan Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Neli Listriani. Ia mengapresiasi para peserta yang berhasil melewati tahapan seleksi hingga dapat tampil pada kompetisi tingkat nasional.
“Sebagai Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, saya sangat mengapresiasi anak-anak yang sudah lolos tingkat kabupaten maupun kota dan kini bertanding ke tingkat nasional,” ujar Neli.
Menurut Neli, ajang tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan identitas budaya Banjarmasin dan Kalimantan Selatan. Salah satunya melalui penggunaan kain Sasirangan saat para model tampil di panggung.
“Ini tentunya membawa nama Kota Banjarmasin sekaligus mengenalkan etnik khas kita dengan memakai kain Sasirangan saat tampil. Kami sangat mendukung anak-anak yang sudah membuktikan talentanya untuk bersaing di kancah nasional, mudah-mudahan sukses dan berhasil membawa pulang prestasi,” ungkapnya.
Dukungan serupa datang dari orang tua peserta. Lisa Agustina, orang tua salah satu finalis, Nursyifa Hawa, berharap keikutsertaan dalam Festival Etnik Model Indonesia 2026 menjadi pengalaman berharga bagi para peserta.
“Sebagai orang tua, tentu sangat bangga dan mendukung penuh langkah anak-anak yang membawa nama daerah ke kancah nasional. Harapan kami, semoga Syifa dan teman-teman bisa tampil percaya diri, memberikan yang terbaik, serta mempromosikan kebudayaan Banjar lewat busana Sasirangan,” tutur Lisa.
Ia menilai pengalaman tampil dalam kompetisi nasional dapat menjadi modal bagi perkembangan karakter dan kemampuan para peserta.
Dengan dukungan orang tua dan pemerintah daerah serta persiapan yang dilakukan, tujuh model The One Management Banjarmasin diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama daerah di Festival Etnik Model Indonesia 2026.
Penulis: Rian
