![]() |
| SOSOK: Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR menegaskan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin dalam beberapa hari terakhir bukan disebabkan kelangkaan pasokan batu bara, melainkan murni akibat gangguan teknis pada sistem kelistrikan.
Penegasan itu disampaikan setelah Pemerintah Kota Banjarmasin berkoordinasi langsung dengan PT PLN (Persero) guna meluruskan berbagai spekulasi yang beredar di tengah masyarakat terkait penyebab pemadaman.
Menurut Yamin, berdasarkan penjelasan resmi PLN, gangguan pasokan listrik dipicu oleh masalah teknis pada salah satu pembangkit besar yang terhubung dalam sistem interkoneksi Kalimantan. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan daya berkurang sehingga PLN menerapkan pengaturan beban melalui pemadaman bergilir untuk mencegah terjadinya pemadaman total (blackout).
"Kami sudah menerima penjelasan dari PLN bahwa gangguan ini murni akibat persoalan teknis pada sistem pembangkit interkoneksi Kalimantan. Jadi masyarakat tidak perlu terpengaruh informasi yang belum tentu benar," ujar Yamin, Rabu (8/7/2026).
Ia sekaligus membantah informasi yang menyebut pemadaman terjadi akibat minimnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik.
Meski memahami adanya kendala teknis, Yamin menilai listrik merupakan kebutuhan vital yang menopang aktivitas masyarakat, pelayanan publik, hingga roda perekonomian. Karena itu, ia meminta PLN mempercepat proses pemulihan agar layanan kembali normal.
"Setiap gangguan pasokan, terlebih yang terjadi tanpa pemberitahuan, tentu berdampak terhadap aktivitas warga, pelayanan publik, hingga keberlangsungan usaha," tegasnya.
Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, PLN saat ini terus mengoptimalkan pembangkit yang masih beroperasi normal, melakukan pengaturan sistem secara real-time, serta mempercepat perbaikan pada unit pembangkit yang mengalami gangguan.
Yamin berharap proses pemulihan dapat segera diselesaikan sehingga aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dunia usaha, hingga kegiatan belajar mengajar kembali berjalan tanpa hambatan.
Selama proses pemulihan berlangsung, Pemerintah Kota Banjarmasin akan terus berkoordinasi dan memantau perkembangan penanganan gangguan bersama PLN.
Selain itu, masyarakat diimbau tetap tenang, menggunakan listrik secara bijak, serta mewaspadai potensi korsleting saat aliran listrik kembali menyala. Warga juga diminta hanya mengikuti informasi resmi dari Pemerintah Kota Banjarmasin maupun PLN agar tidak mudah terpengaruh isu yang belum terverifikasi.
"Pemerintah Kota akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan koordinasi dengan PLN berjalan dengan baik. Semoga proses pemulihan dapat segera selesai sehingga seluruh masyarakat kembali menikmati layanan listrik secara normal," tutup Yamin.
Penulis: Rian

