![]() |
| SOSOK: Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla bersama sejumlah instansi terkait - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memicu kabut asap di sejumlah wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Pemerintah Kota Banjarbaru juga terus meningkatkan upaya pencegahan dan memantau dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat di tengah musim kemarau.
Kabut asap mulai dirasakan di sejumlah kawasan, terutama Kecamatan Liang Anggang, Landasan Ulin, dan Cempaka. Kondisi tersebut merupakan dampak dari meningkatnya kejadian karhutla yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan mengurangi paparan asap saat beraktivitas di luar ruangan.
"Khususnya bagi relawan dan petugas di lapangan, utamakan keselamatan diri dengan menggunakan APD lengkap. Untuk masyarakat, lindungi diri dan keluarga dari dampak karhutla, gunakan masker saat keluar rumah, perbanyak minum air putih, serta segera ke puskesmas apabila mengalami sesak napas atau demam tinggi," ujar Lisa, Senin (20/7/2026).
Selain mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan, Lisa juga menekankan pentingnya mencegah kebakaran sejak awal. Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi faktor utama agar karhutla tidak terus meluas.
"Kesadaran masyarakat adalah benteng pertama dalam mencegah karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar dan jangan pula membakar sampah lalu ditinggalkan," tegasnya.
Untuk memperkuat langkah pencegahan, Pemerintah Kota Banjarbaru telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mengevaluasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat. Apabila kualitas udara terus menurun, berbagai langkah antisipasi, termasuk di sektor pendidikan, akan disiapkan menyesuaikan perkembangan situasi.
"Kami terus mencari solusi terbaik sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Khususnya meminimalkan dampak kabut asap terhadap masyarakat," pungkasnya.
Penulis: H. Faidur
