![]() |
| SOSOK: Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin Muhammad Ramadhan - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin terus memperkuat upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui berbagai program pencegahan kekerasan. Salah satunya dengan menjalankan program BESTI (Bersama Edukasi Siswa Tentang Bullying) yang menyasar pelajar SMP hingga SMA/SMK sebagai bagian dari edukasi anti-perundungan di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin Muhammad Ramadhan mengatakan, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama sekaligus investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang tumbuh dalam lingkungan aman dan kondusif.
"Program BESTI kita laksanakan secara bertahap di seluruh tingkatan SMP dan SMA/SMK dengan target selesai tahun ini. Kita melatih perwakilan siswa, sebanyak tiga orang per sekolah, untuk menjadi Duta BESTI yang berperan sebagai Pelopor dan Pelapor (2P)," ujar Ramadhan usai peringatan Hari Anak Nasional di Balai Kota Banjarmasin, Kamis (23/7/2026).
Melalui program tersebut, para Duta BESTI dibekali pengetahuan untuk mengampanyekan gerakan anti-bullying di sekolah maupun lingkungan keluarga. Mereka juga didorong menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang aman serta membantu melaporkan apabila menemukan dugaan tindak kekerasan terhadap anak.
Selain memperkuat edukasi, DP3A Kota Banjarmasin juga terus membuka akses pengaduan bagi masyarakat yang menemukan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Ramadhan mengungkapkan, hingga Juli 2026 pihaknya telah menerima 108 laporan kasus kekerasan sejak Maret 2026. Laporan tersebut meliputi kekerasan fisik hingga kekerasan seksual, dengan sekitar 75 persen korban merupakan perempuan, baik anak maupun dewasa.
"Angka pengaduan yang terdata tinggi ini justru menunjukkan kepercayaan masyarakat yang makin meningkat untuk berani melapor dan speak up," katanya.
Menurutnya, sebagian besar kasus masih terjadi di lingkungan keluarga dan masyarakat sehingga edukasi perlu terus diperkuat. Sementara itu, kasus yang terjadi di lingkungan pendidikan relatif tidak terlalu signifikan.
"Anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama. Di mana pun mereka berada, lingkungan sekitar harus hadir untuk melindungi dan memastikan hak-hak mereka terpenuhi," tegas Ramadhan.
Melalui program BESTI dan berbagai upaya edukasi lainnya, Pemko Banjarmasin berharap kesadaran masyarakat terhadap perlindungan anak semakin meningkat sehingga kekerasan dan perundungan dapat dicegah sejak dini.
Penulis: Rian
