Trending

Habib Hamid Sebut Tanah Laut Jadi Daerah dengan Hotspot Karhutla Terbanyak di Kalsel

SOSOK: Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Habib Hamid Bahasyim - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Habib Hamid Bahasyim, menyebut Kabupaten Tanah Laut saat ini menjadi wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak agar kebakaran tidak meluas dan berkembang menjadi bencana seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Habib Hamid mengatakan informasi tersebut diperoleh dari laporan masyarakat dan sejumlah relawan yang terlibat dalam pemantauan karhutla di Kabupaten Tanah Laut.

Ia mengungkapkan, dari sekitar 41 hotspot yang terdeteksi di Kalimantan Selatan, sebanyak 16 titik berada di Kabupaten Tanah Laut.

"Tanah Laut memang menjadi salah satu wilayah prioritas penanganan Karhutla karena sebagian wilayahnya didominasi lahan kering dan gambut yang sangat rentan terbakar," katanya, Kamis (16/7/2026).

Menurut Habib Hamid, Kecamatan Panyipatan menjadi kawasan dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni sekitar 14 titik.

Selain Panyipatan, sejumlah wilayah lain seperti Pengayuan, Bati-Bati, Banua Raya, Gunung Raja hingga Tambang Ulang juga dilaporkan masuk kawasan rawan kebakaran hutan dan lahan.

Sementara itu, di Kota Banjarbaru hingga saat ini belum terdapat laporan peningkatan hotspot yang signifikan.

Habib Hamid menambahkan, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran lahan sebelumnya sempat terjadi di kawasan Cempaka dan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, pada awal Juli 2026.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga telah menetapkan status siaga darurat karhutla serta meningkatkan pemantauan hotspot di sejumlah daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Habib Hamid menegaskan, upaya pencegahan harus menjadi prioritas agar kebakaran tidak semakin meluas.

"Jangan sampai kejadian ini berkembang menjadi bencana besar seperti tahun-tahun sebelumnya. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah api membesar. Semua pihak harus bergerak bersama menjaga Kalsel tetap aman dari Karhutla," tegasnya.

Penulis: Fathur

Lebih baru Lebih lama