![]() |
| RAMAI: Puluhan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I Tahun 2026, mengikuti prosesi penutupan kegiatan - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menegaskan bahwa Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) bukan sekadar agenda peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), tetapi harus melahirkan perubahan nyata yang berdampak pada peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H.M. Syarifuddin, saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026 di Kampus I BPSDMD Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Rabu (22/7/2026).
Sebanyak 40 peserta dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta pemerintah kabupaten/kota se-Kalsel dinyatakan lulus setelah mengikuti pelatihan sejak 27 April 2026.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi kepemimpinan yang meliputi Kepemimpinan Pancasila dan Bela Negara, Kepemimpinan Pelayanan, Pengendalian Pekerjaan, hingga Aktualisasi Kepemimpinan melalui metode blended learning, yang memadukan pembelajaran klasikal dan nonklasikal.
Sebagai bagian dari proses pembelajaran, seluruh peserta juga diwajibkan menyusun serta mengimplementasikan aksi perubahan di instansi masing-masing. Hasil implementasi tersebut dipresentasikan dalam seminar pada 21 Juli 2026 sebagai bentuk aktualisasi kompetensi kepemimpinan.
Dalam sambutannya, H. Muhidin mengingatkan bahwa berakhirnya pelatihan justru menjadi awal tanggung jawab peserta untuk menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh.
"Pelatihan ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ilmu, pengalaman, dan wawasan yang diperoleh harus diterapkan di satuan kerja masing-masing agar memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan pelayanan publik bagi masyarakat," tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar aksi perubahan yang telah dirancang selama pelatihan tidak berhenti sebagai dokumen administratif semata.
"Jangan sampai aksi perubahan hanya disimpan di dalam laci. Ketika kembali ke instansi, saudara harus menjadi model, memberi contoh, dan menunjukkan perubahan nyata," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap menerapkan sistem manajemen talenta ASN pada 2026 sebagai dasar pengembangan karier aparatur.
Melalui sistem tersebut, promosi jabatan akan lebih mengedepankan kompetensi, rekam jejak, serta hasil pengembangan diri.
"Insya Allah tahun 2026 kita siap menerapkan manajemen talenta. Karena itu terus tingkatkan kompetensi melalui pelatihan, sertifikasi, dan prestasi agar mampu bersaing secara profesional," katanya.
Penulis: H. Faidur
