![]() |
| POSKO: BPBD Kalsel menyiapkan 14 pos lapangan untuk mempercepat penanganan karhutla selama musim kemarau - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan 14 pos lapangan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Sebanyak lima pos ditempatkan di kawasan prioritas atau ring satu Bandara Internasional Syamsudin Noor guna mengantisipasi gangguan terhadap aktivitas penerbangan.
Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengatakan kawasan sekitar bandara menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla. Sementara prioritas kedua mencakup wilayah utara Kalimantan Selatan, meliputi Kabupaten Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, hingga Tabalong.
"Area prioritas pertama memang kawasan sekitar bandara. Setelah itu prioritas kedua adalah wilayah utara yang meliputi Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara hingga Tabalong," ujar Ronny di Kantor BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (21/7/2026).
Ronny menjelaskan, 14 pos lapangan tersebut tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, mulai dari Tabalong hingga Kotabaru. Khusus di kawasan ring satu Bandara Syamsudin Noor, BPBD menempatkan lima pos di Guntung Damar, Pengayuan, Bati-Bati, Jalan Gubernur Sarkawi, serta Alalak, Kabupaten Barito Kuala, tepatnya di sekitar Kampus UMB.
"Untuk ring satu kami menyiapkan lima pos lapangan, yaitu di Guntung Damar, Pengayuan, Bati-Bati, kawasan Jalan Gubernur Sarkawi, serta di Alalak, Barito Kuala, tepatnya di sekitar Kampus UMB. Sementara sembilan pos lainnya tersebar di kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan," jelasnya.
Menurut Ronny, keberadaan pos lapangan di sejumlah titik strategis diharapkan mampu mempercepat respons petugas saat menerima laporan kebakaran sehingga api dapat segera dikendalikan sebelum meluas.
"Harapannya dengan adanya pos lapangan ini, respons tim dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan bisa lebih cepat, sehingga kebakaran tidak menyebar dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas," katanya.
Ia menambahkan, pengoperasian pos lapangan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, Dinas Sosial, BPBD provinsi dan kabupaten/kota, hingga Masyarakat Peduli Api serta para relawan.
"Seluruh unsur terlibat dalam pos lapangan ini. Kolaborasi ini kami harapkan mampu memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di seluruh wilayah," ujar Ronny.
BPBD Provinsi Kalimantan Selatan optimistis keberadaan pos lapangan dan sinergi lintas instansi dapat mempercepat penanganan karhutla sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat, lingkungan, dan aktivitas transportasi udara.
Penulis: H. Faidur
