![]() |
| Rapat pembahasan terkait persiapan DSBK XVII tahun 2027, dihadiri sebagian para ketua DK Kabupaten/Kota se-Kalsel. (Foto: dok) |
RILISKALIMANTAN.COM - Terpilihnya Kalsel sebagai tuan rumah Dialog Serantau Borneo Kalimantan (DSBK) ke-17 tahun 2027 berdasarkan hasil musyawarah peserta DSBK ke-16 di Samarinda, Kalimantan Timur, tanggal 18 Juni 2025. Saat itu lebih 20 orang sastrawan Kalsel hadir di sana bersepakat siap menerima rekomendasi untuk jadi tuan rumah setelah menghubungi Ketua Dewan Kesenian Kalsel, Taufik Arbain yang juga mendukung rekomendasi tersebut.
Ada beberapa catatan rapat koordinasi persiapan DSBK XVII, Kamis (11/6/2027), yang disampaikan Ketua Dewan Kesenian Kalsel Taufik Arbain. Antara lain, menyangkut kepanitiaan diberikan ruang kepada tim yang dibentuk bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel dengan terus berkoordinasi. Menyelaraskan dengan even tahunan dinas terkait dan berkolaborasi dengan Pemkab/Pemkot di Kalsel via DK kabupaten/kota. Dalam pelaksanaan mengedepankan juga partisipasi dan kemandirian peserta sastrawan dan seniman Kalsel yang ada.
Kemudian terkait konten kesastraan mengedepankan unsur kebanjaran, kemelayuan dan kedayakan sebagai ruang misi dan diplomasi kebudayaan. Terkait eksistensi kelembagaan, hal-hal yang bersifat publik mengedepankan logo pemprov, DKKS, logo kegiatan dan pendukung. Sedangkan terkait pergelaran, diupayakan memanggungkan sanggar yang merupakan bagian DK Kalsel dan DK kabupaten/kota.
"Terkait konten kesastraan yang ditampilkan karena di Kalsel ini ada tiga pemilik kebudayaan besar, Banjar, Melayu dan Dayak. Maka unsur inilah yang kita jadikan ruang misi dan diplomasi kebudayaan," ujar Taufik Arbain.
Adapun peserta rapat yang hadir dari DK Kota Banjarmasin (Hajriansyah), DK Kota Banjarbaru (Yani Makkie, Ali Syamsudin Arsi, Arif Fadilah), DK Tanah Laut (Hadani Had), DK Hulu Sungai Tengah (M. Fuad Rahman), DK Batola (Bajau Malela, Kasmudin), Kepala Dinas Porabudpar Kota Banjarbaru (Noor Purbani SA) dan staf (Hasan Basri), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel (M. Fadilah Nur, Septian Indra), Ketua dan Sekretaris DK Kalsel (Taufik Arbain, Tarmuji) pengurus DK Kalsel lainnya (Micky Hidayat, HE Benyamine, Khairiadi Asa).
Saat rapat berlangsung hampir semua peserta menghendaki ketua panitia DSBK XVII tahun 2027 langsung dipegang oleh Ketua DK Kalsel, Taufik Arbain. Namun yang bersangkutan berkehendak yang lain untuk dipilih. Menurut Taufik Arbain, DK Kalsel tetap mengawal dan siap mengantarkan agar DSBK XVII ini sukses dan berjalan lancar.
"Seperti pelaksanaan DSBK ke-16 di Samarinda Kalimantan Timur, yang jadi ketua panitianya langsung Ketua Dewan Kesenian Provinsi setempat, kita juga menghendaki ketua panitia dipegang Ketua DK Kalsel," ujar Ali Syamsudin Arsi, salah seorang sastrawan Kalsel yang hadir di DSBK ke-16 tersebut.
Namun, menurut Taufik Arbain pengurus DK Kalsel lebih bersifat di kepanitiaan SC (pengarah) dan kawan-kawan DK kabupaten/kota dan dinas terkait di OC (pelaksana). Keduanya tetap berjalan saling bahu membahu demi suksesnya sebagai tuan rumah DSBK XVII tahun 2027.
"Kita terus mengawal dari waktu ke waktu hingga hari H-nya. Beberapa catatan persiapan yang sudah saya sampaikan itu menjadi pegangan bagi kita agar panitia bisa fokus dan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pihak lainnya," ujar Taufik Arbain.
Beberapa masukan juga diberikan oleh peserta lainnya, terutama terkait even yang digelar di Kota Banjarbaru di tahun 2027. Diantaranya ada Pekan Budaya Banua, Aruh Ganal, Aruh Sastra, kemudian terkait dengan agenda geopark Meratus dan lainnya. Begitu juga penerbitan antologi puisi disarankan agar lebih banyak lagi pencetakannya.
Penulis: Khairiadi Asa

