Trending

Dasco Imbau Masyarakat Tukar Dolar AS ke Rupiah Sebelum Nilainya Menguat

SOSOK: Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad - Foto Dok Antara

RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengimbau masyarakat yang masih menyimpan dolar Amerika Serikat (AS) untuk mempertimbangkan menukarkannya ke rupiah. Imbauan itu disampaikan seiring keyakinannya bahwa nilai tukar rupiah akan mengalami penguatan dalam waktu dekat.

Menurut Dasco, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis yang diyakini dapat memperbaiki posisi rupiah terhadap mata uang asing, termasuk dolar AS.

"Karena kalau kemudian sudah minggu depan nilai rupiah menguat, kan kasihan kalau simpan-simpan dolar. Itu imbauan saya sih demikian," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Ia menilai penguatan rupiah yang mulai terlihat dalam beberapa waktu terakhir tidak terlepas dari meningkatnya kepercayaan publik dan pelaku pasar terhadap pemerintah. Kondisi tersebut juga tercermin pada pergerakan positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menurut Dasco, kepercayaan pasar yang meningkat memberikan dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi dan pergerakan nilai tukar rupiah.

"Dalam minggu ini dan ke depan ada strategi-strategi khusus yang akan dilakukan oleh pemerintah, yang kalau saya sudah dengar akan, dan saya yakini akan membuat nilai tukar atau rupiah menguat," ujarnya.

Berdasarkan data perdagangan pada Kamis pagi, nilai tukar rupiah tercatat menguat tipis sebesar tiga poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.941 per dolar AS. Posisi tersebut lebih baik dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.944 per dolar AS.

Pergerakan ini juga menunjukkan perbaikan dibandingkan periode sebelumnya ketika dolar AS sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS.

Sementara itu, Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai penguatan rupiah terjadi seiring berkurangnya kekhawatiran pasar terhadap prospek fiskal Indonesia.

Menurut Josua, penurunan harga minyak dunia serta langkah pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi jenis Pertamax ikut membantu meredakan tekanan terhadap kondisi fiskal nasional.

“Kekhawatiran terhadap prospek fiskal Indonesia mereda seiring pelemahan harga minyak global, sementara keputusan pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga BBM Pertamax turut mengurangi tekanan terhadap keseimbangan fiskal,” ujar Josua.

Ia menambahkan, perkembangan tersebut turut memperkuat ekspektasi bahwa defisit fiskal dapat tetap terkendali. Kondisi itu dinilai menjadi sentimen positif bagi nilai tukar rupiah maupun pasar obligasi domestik.

Meski demikian, arah pergerakan rupiah ke depan masih akan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global, kebijakan fiskal pemerintah, serta respons pasar terhadap langkah-langkah yang akan ditempuh dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Sumber: Antara.com

Lebih baru Lebih lama