![]() |
| RAMAI: Suasana pembukaan Musyawarah Kerja Daerah I dan Dialog Kebangsaan MUI Provinsi Kalimantan Selatan - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menjaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan di tengah berbagai tantangan era keterbukaan informasi.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pembukaan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I dan Dialog Kebangsaan MUI Provinsi Kalimantan Selatan Masa Khidmat 2026–2031 di Hotel Grand Qin Banjarbaru, Senin (15/6/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta itu menjadi forum strategis bagi MUI Kalimantan Selatan untuk menyusun program kerja organisasi, mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya, serta merumuskan langkah-langkah yang akan dijalankan pada periode mendatang.
Mengusung tema “Memperkuat Soliditas Kebangsaan di Era Ketidakpastian”, kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Hanif Faisol Nurofiq, Ketua DPRD Kalimantan Selatan H. Supian HK, unsur Forkopimda, pengurus MUI pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.
Sambutan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso. Dalam sambutannya, gubernur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Mukerda dan Dialog Kebangsaan yang dinilai menunjukkan peran aktif MUI dalam pembangunan daerah.
“Kegiatan ini menegaskan bahwa MUI Kalsel eksis sebagai organisasi keagamaan dan sekaligus hadir untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan daerah yang kita cintai, Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Menurut Muhidin, MUI memiliki posisi strategis sebagai wadah pemersatu umat sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga toleransi, harmoni kehidupan beragama, serta memperkuat persatuan masyarakat.
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan ulama perlu terus diperkuat, terutama menghadapi tantangan penyebaran fitnah, ujaran kebencian, paham yang memecah belah, hingga isu intoleransi yang berkembang melalui berbagai platform digital.
“Nilai-nilai kebangsaan harus kita perkuat di semua generasi. Ruang dialog kebangsaan seperti yang digagas MUI Kalsel ini perlu kita sebarkan lebih luas di berbagai lapisan masyarakat,” katanya.
Pemprov Kalsel berharap program-program yang dihasilkan melalui Mukerda mampu menjawab persoalan umat sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan melalui langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Muhidin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kalimantan Selatan yang maju, sejahtera, dan bermartabat dengan berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang kuat.
“Pemerintah dan ulama kiranya saling merangkul untuk memperkuat soliditas kebangsaan ini, sehingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diselesaikan secara bersama-sama,” pesannya.
Sementara itu, Ketua MUI Kalimantan Selatan KH Ahmad Syairazi menegaskan bahwa MUI harus menjadi rumah besar umat Islam yang mampu merangkul seluruh komponen masyarakat tanpa memandang perbedaan pandangan.
Menurutnya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun kolaborasi dan sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan umat.
“Perbedaan pandangan tidak boleh menjadi sumber perpecahan, sebaliknya keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun sinergi dan kolaborasi demi kepentingan umat yang lebih luas,” ujarnya.
Ia berharap Mukerda I MUI Kalsel dapat menghasilkan program kerja yang realistis, implementatif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta memperkuat kerja sama antara MUI, pemerintah, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Penulis: H. Faidur

