![]() |
| APRESIASI: Penyerahan bantuan TJSL Bandara Syamsudin Noor kepada komunitas seni dan budaya lokal di Banjarbaru - Foto Dok BDJ Airport |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Pelestarian seni dan budaya daerah kembali mendapat dukungan dari Bandara Internasional Syamsudin Noor. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pengelola bandara menyalurkan bantuan kepada komunitas seni dan budaya lokal sebagai upaya menjaga keberlangsungan warisan budaya Kalimantan Selatan.
Penyerahan bantuan dilakukan pada Selasa (2/6/2026) dan menjadi bagian dari program bertajuk "InJourney Airports Community Upskilling for Aviation". Tahun ini, program tersebut difokuskan pada penguatan komunitas seni budaya yang aktif melestarikan tradisi dan kearifan lokal di Banua.
Dua penerima manfaat dalam program tersebut adalah Sanggar Seni Petak Pambelum dan Komunitas Dayak Meratus. Keduanya dinilai memiliki kontribusi penting dalam menjaga eksistensi seni tradisional sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan dukungan kepada komunitas budaya merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia.
"Melalui program dukungan kepada sanggar seni, komunitas budaya, dan penggiat kebudayaan lokal, kami memberikan wujud nyata dari komitmen kepedulian terhadap warisan budaya bangsa Indonesia," ujarnya.
Menurut Millyas, langkah tersebut sejalan dengan visi PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) yang tidak hanya berperan sebagai operator bandara, tetapi juga menghadirkan identitas budaya Indonesia kepada para pelancong dari berbagai daerah maupun negara.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di area ruang tunggu keberangkatan Bandara Internasional Syamsudin Noor. Pada kesempatan yang sama, para pengguna jasa bandara juga disuguhkan penampilan seni tari dari komunitas penerima bantuan.
Atraksi budaya tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang yang sedang berada di terminal keberangkatan. Selain menghadirkan hiburan, penampilan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan budaya khas Kalimantan Selatan kepada masyarakat luas.
Millyas menegaskan bahwa bandara tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi udara, tetapi juga dapat menjadi ruang promosi budaya daerah.
"Bandara Internasional Syamsudin Noor terbuka sebagai panggung sekaligus etalase seni dan budaya daerah Kalimantan Selatan. Hadirnya komunitas seni dan budaya tidak hanya sebagai wujud bangga dan peduli terhadap warisan budaya, namun juga menjadi pengalaman yang menarik bagi para pelancong," katanya.
Ia berharap seni dan budaya lokal terus terjaga keasliannya serta semakin dikenal oleh masyarakat, termasuk wisatawan yang datang maupun berangkat melalui Bandara Syamsudin Noor.
Keberadaan komunitas budaya seperti Sanggar Seni Petak Pambelum dan Komunitas Dayak Meratus dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga identitas daerah di tengah perkembangan zaman. Karena itu, dukungan terhadap para pelaku seni dan budaya diharapkan dapat mendorong regenerasi serta keberlanjutan berbagai tradisi yang menjadi bagian dari kekayaan Kalimantan Selatan.
Melalui program TJSL tersebut, Bandara Syamsudin Noor ingin memperkuat sinergi dengan masyarakat sekaligus berkontribusi dalam menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat modern.
Sumber: Rilis BDJ Airport

