Trending

Lagu MBG Viral di Medsos, Pengamat Nilai Golkar Untung

SOSOK: Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Jagat media sosial tengah diramaikan oleh lagu berjudul “MBG” yang memuat nama Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Lagu bernuansa humor itu cepat menyebar di TikTok, Instagram, hingga YouTube dan digunakan dalam ribuan video kreator konten.

Potongan lirik yang menyebut “Mas Bahlil ganteng” menjadi bagian paling mudah dikenali publik. Dalam beberapa hari terakhir, audio tersebut terus muncul di linimasa dan memicu tren baru di kalangan pengguna media sosial.

Fenomena itu berkembang bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga memunculkan diskusi soal dampak politik dari viralnya nama Bahlil di ruang digital.

Di TikTok, salah satu unggahan yang ramai berasal dari akun VOKALIZ_NETIZEN yang kerap membuat lagu berbasis artificial intelligence (AI). Konten tersebut mendapat respons besar dari pengguna dan kemudian dipakai ulang oleh banyak akun lain.

Efek viral semakin meluas setelah sejumlah kreator konten populer membuat video reaksi menggunakan lagu yang sama. Dari TikTok, tren kemudian menyebar ke Instagram Reels dan YouTube Shorts.

Partai Golkar sendiri memilih merespons fenomena itu secara santai. Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M. Sarmuji, menyebut lagu tersebut merupakan kreativitas warganet yang berkembang secara alami di media sosial.

Menurut dia, partainya tidak merasa terganggu dengan penggunaan lagu itu, termasuk ketika sejumlah akun yang dekat dengan Golkar ikut memanfaatkan tren tersebut dalam unggahan mereka.

Ia menilai viralnya lagu justru memperlihatkan kedekatan figur Bahlil dengan ruang digital yang banyak diisi generasi muda.

“Silakan saja, itu bagian dari kreativitas netizen,” ujar Sarmuji.

Sementara itu, pengamat komunikasi politik Kunto Adi Wibowo menilai fenomena viral semacam ini bisa memberi keuntungan politik jika dikelola dengan tepat.

Menurut dia, langkah terbaik bagi partai adalah tidak melawan arus viralitas. Respons yang terlalu serius terhadap meme atau candaan internet justru dinilai berisiko memunculkan sentimen negatif dari publik.

Kunto menyebut strategi riding the wave atau mengikuti arus percakapan publik menjadi pilihan yang lebih efektif dalam konteks media sosial saat ini.

Ia menilai Golkar berpeluang mendapatkan citra lebih santai dan dekat dengan anak muda apabila mampu menikmati fenomena tersebut tanpa sikap defensif.

Selain itu, viralnya lagu juga dianggap memberi keuntungan dari sisi pengenalan figur politik. Nama Bahlil menjadi lebih sering muncul dan didengar publik tanpa harus melalui kampanye formal yang memerlukan biaya besar.

Menurut Kunto, pola komunikasi digital modern membuat konten ringan seperti lagu jenaka lebih cepat diterima masyarakat dibanding pesan politik yang terlalu serius.

Pengulangan lagu di berbagai platform juga dinilai menciptakan efek pengenalan yang kuat. Semakin sering publik mendengar nama tertentu, semakin mudah nama itu melekat di ingatan.

Fenomena lagu “MBG” pun menunjukkan bagaimana media sosial kini mampu mengubah candaan internet menjadi alat komunikasi politik yang efektif dan menjangkau audiens luas dalam waktu singkat.

Sumber: Kompas.com

Lebih baru Lebih lama