Trending

Komisi II DPRD Kalsel Dorong Penguatan Ekonomi Daerah Lewat Benih Padi Berkualitas

KOORDINASI: Suasana kunjungan kerja Komisi II DRPD Kalsel ke PT Sang Hyang Seri - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melalui Komisi II melaksanakan kunjungan kerja ke PT Sang Hyang Seri, Kamis (7/5/2026), dalam upaya memperkuat sektor ekonomi daerah melalui pengembangan pertanian berkelanjutan dan ketersediaan benih padi berkualitas.

Kunjungan yang berlangsung di Jakarta itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Kalsel, H. Kartoyo, bersama jajaran Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan dan disambut langsung Direktur PT SHS, Adhi Cahyono Nugroho.

Dalam pertemuan tersebut, Kartoyo menegaskan pentingnya memastikan ketersediaan benih padi unggul dan bersertifikat untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kalimantan Selatan.

“Kami melakukan kunjungan ke PT SHS dalam rangka memastikan penyediaan bibit berkualitas untuk padi di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan pemaparan pihak PT SHS, proses penyediaan benih unggul memerlukan waktu cukup panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan waktu hingga dua tahun untuk menghasilkan benih siap tanam yang memenuhi standar kualitas dan sertifikasi.

Kartoyo juga menyebut Kalimantan Selatan kini telah memiliki fasilitas pendukung pengolahan benih, termasuk mesin pemrosesan dan gudang penyimpanan yang berada di Tanah Laut dan Hulu Sungai Selatan.

Menurutnya, penguatan sektor pertanian menjadi langkah strategis di tengah ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan batubara yang mulai menurun.

“Batubara sebagai pendapatan asli daerah kita sudah mulai habis. Karena itu kita mulai menengok sektor pertanian dan pariwisata. Tahun ini produksi padi kita mencapai 1.179.000 ton atau setara Rp7,7 triliun,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kalsel, Zainal Arifin, mengatakan keberhasilan Kalimantan Selatan sebagai salah satu lumbung padi nasional sangat dipengaruhi ketersediaan benih unggul.

Menurut Zainal, produksi padi Kalimantan Selatan pada 2025 mencapai lebih dari 1 juta ton dan menempatkan provinsi tersebut di posisi ke-12 nasional.

“Produksi sebesar itu tidak akan tercapai kalau tidak tersedia benih yang berkualitas. Dalam diskusi hari ini kami membahas bagaimana Kalimantan Selatan tetap mendapatkan benih berkualitas untuk mendukung swasembada pangan secara berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat 249 penangkar benih di Kalimantan Selatan yang mayoritas berada di desa-desa dan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat.

“Jumlah kebutuhan benih untuk produksi padi di Kalimantan Selatan mencapai sekitar Rp134 miliar yang beredar di desa. Ini mampu menggerakkan perekonomian desa dan menyerap tenaga kerja,” ungkapnya.

Zainal menilai kualitas benih menjadi faktor utama dalam peningkatan hasil produksi pertanian karena sekitar 50 persen keberhasilan panen ditentukan oleh mutu benih yang digunakan petani.

Karena itu, kolaborasi antara DPRD, Dinas Pertanian, dan PT SHS dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan sekaligus memperkuat ekonomi daerah di Kalimantan Selatan.

Sumber: DPRD Kalsel 

Lebih baru Lebih lama