Trending

Jasa Raharja Kalsel Dorong Kolaborasi Lintas Sektor, Target Zero ODOL 2027 Diperkuat

 

SEPAKAT: FGD di Banjarbaru tegaskan komitmen bersama wujudkan Zero ODOL 2027 -Foto dok Jasa Raharja
 

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL - PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Kalimantan Selatan memperkuat komitmen kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan target Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) pada 2027. Hal ini mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergitas Stakeholder Menuju Tahun 2027 Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) di Kalimantan Selatan” yang digelar di Banjarbaru, Selasa (28/04/2026).

Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Kalimantan Selatan, Abdillah, hadir didampingi Petugas Mobile Service M. Noor Taufiq. Forum tersebut menjadi ruang perumusan langkah konkret dalam menekan praktik kendaraan over dimension dan over loading yang berdampak pada keselamatan lalu lintas serta ketahanan infrastruktur jalan.

FGD diikuti sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Dirlantas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Dr. M. Fahri Siregar, Kepala Pusat Studi Kepolisian Universitas Lambung Mangkurat Prof. Dr. Hj. Rahmida Erliyani, Sekretaris Komisi II DPRD Kalimantan Selatan H. Jahrian, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan M. Fitri Hernadi, serta Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan Dr. Ir. Suprapti Tri Astuti. Kegiatan ini merupakan sinergi Pusat Studi Kepolisian ULM dan Direktorat Lalu Lintas Polda Kalsel, dengan dukungan Kapolda Kalsel dan Rektor ULM.

Pembahasan forum menitikberatkan pada urgensi penanganan ODOL yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kecelakaan fatal akibat kegagalan pengereman dan ketidakstabilan kendaraan, serta kerusakan jalan yang membebani keuangan negara. Selain itu, dibahas penguatan pemanfaatan teknologi pengawasan seperti Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan penggunaan timbangan portabel yang terintegrasi di lapangan.

Dirlantas Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol Dr. M. Fahri Siregar, menegaskan pentingnya komitmen kolektif dalam mencapai target tersebut. “Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Penertiban memerlukan komitmen dari hulu ke hilir, mulai dari pemilik barang, karoseri, hingga operator angkutan. Tujuan kita jelas, Kalimantan Selatan yang lebih aman dan jalan raya yang lebih awet bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.

Kepala Pusat Studi Kepolisian ULM, Prof. Dr. Hj. Rahmida Erliyani, menekankan perlunya pendekatan akademik dalam mendukung kebijakan. “Permasalahan ODOL tidak bisa hanya dilihat dari aspek penegakan hukum, tetapi juga memerlukan kajian akademik dan sosial yang komprehensif. Kami berkomitmen memberikan masukan berbasis riset agar kebijakan menuju Zero ODOL 2027 memiliki landasan yang kuat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Abdillah menyatakan peran Jasa Raharja dalam aspek preventif keselamatan transportasi. “PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Kalimantan Selatan terus berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas. Melalui forum ini, kami berharap langkah strategis yang dihasilkan dapat memberikan dampak nyata dalam menciptakan keselamatan transportasi yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari ekosistem keselamatan, Jasa Raharja Kalimantan Selatan menegaskan dukungan terhadap kebijakan yang berorientasi pada perlindungan masyarakat dan peningkatan kualitas transportasi daerah.

Sumber: Jasa Raharja

Lebih baru Lebih lama