![]() |
| DAFTAR HARGA: PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM bersubsidi belum mengalami perubahan - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di SPBU Pertamina belum mengalami perubahan per 1 Mei 2026. Harga jual seluruh produk BBM nonsubsidi masih sama seperti periode sebelumnya.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, mengatakan hingga awal Mei ini belum ada penyesuaian harga untuk BBM nonsubsidi.
“Untuk saat ini masih dengan harga yang sama ya,” kata Roberth, Jumat (1/5/2026).
Meski belum ada perubahan, Pertamina menegaskan harga BBM nonsubsidi tetap dapat disesuaikan sewaktu-waktu karena mengikuti pergerakan pasar dan harga minyak mentah dunia.
“Penyesuaian harga bisa dilakukan kapan saja karena ini adalah komoditas nonsubsidi. Untuk saat ini belum ada penyesuaian,” ujarnya.
Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen seperti Jabodetabek, harga BBM nonsubsidi Pertamina per 1 Mei 2026 masih bertahan di level sebelumnya.
Pertamax (RON 92) dijual Rp12.300 per liter, Pertamax Green 95 Rp12.900 per liter, Pertamax Turbo (RON 98) Rp19.400 per liter, Dexlite Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex Rp23.900 per liter.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan harga BBM tidak akan naik apabila harga minyak mentah dunia mengalami penurunan. Namun, penyesuaian tetap terbuka jika harga minyak global bertahan tinggi.
“Kalau harganya turun, ya enggak naik. Tapi kalau harganya begini terus, ya mungkin pasti ada penyesuaian,” kata Bahlil.
Menurut dia, pemerintah hanya dapat menjamin stabilitas harga untuk BBM bersubsidi, sementara harga BBM nonsubsidi tetap mengikuti mekanisme pasar.
Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2022 tentang perubahan atas Peraturan Menteri ESDM Nomor 20 Tahun 2021 mengenai formula perhitungan harga jual eceran BBM.
Dengan belum adanya penyesuaian per 1 Mei 2026, harga BBM nonsubsidi Pertamina masih bertahan. Namun, peluang perubahan tetap terbuka mengikuti perkembangan harga minyak dunia dalam beberapa waktu ke depan.
Sumber: Idntimes.com

