Trending

Dishub Kalsel Ubah Skema Operasional BRT Banjarbakula, Shuttle Perkantoran Segera Beroperasi

PARKIR: Armada BRT Banjarbakula Kalimantan Selatan - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Selatan tengah menyiapkan pola baru operasional Bus Rapid Transit (BRT) Banjarbakula setelah skema Buy The Service (BTS) belum dapat direalisasikan pada 2026 akibat kendala regulasi.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan, M Fitri Hernadi, mengatakan sebelumnya pemerintah daerah berencana mengubah pola pengelolaan operasional BRT melalui skema BTS atau pembelian jasa kepada pihak ketiga.

Menurutnya, skema tersebut dirancang agar standar pelayanan angkutan umum lebih terjamin dan operasional armada dapat berjalan lebih optimal.

“Rencana awalnya armada BRT ini dikelola secara BTS atau Buy The Service. Jadi operasional diserahkan kepada pihak ketiga supaya standar pelayanan lebih terjamin. Namun dalam perjalanan, ternyata ada beberapa aturan yang masih rancu terkait aset, sewa, tarif, hingga pemeliharaan armada,” ujar Fitri di Banjarmasin, Jumat (22/5/2026).

Karena adanya persoalan regulasi tersebut, anggaran yang telah disiapkan untuk skema BTS belum dapat dieksekusi pada tahun ini. Dishub Kalsel pun memutuskan kembali menggunakan pola operasional BRT sebelumnya sambil menunggu revisi anggaran.

Sebagai langkah lanjutan, Dishub Kalsel berencana meluncurkan layanan shuttle khusus kawasan perkantoran pada Juni atau Juli 2026 bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kalimantan Selatan.

Layanan shuttle tersebut akan difokuskan untuk melayani kawasan perkantoran di Banjarbaru dan Banjarmasin. Pada tahap awal, Dishub Kalsel menyiapkan tiga unit armada sebagai uji coba operasional.

“Kami kembali dulu ke pola BRT biasa sambil menunggu revisi anggaran. Insya Allah pada Juni atau Juli 2026 menjelang Hari Jadi Kalsel akan diluncurkan shuttle khusus yang melayani kawasan perkantoran,” katanya.

Selain menyiapkan shuttle, Dishub Kalsel juga tengah menyusun skema rerouting atau pengaturan ulang jalur BRT agar layanan lebih efisien dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Salah satu rencana yang disiapkan yakni memindahkan titik keberangkatan sebagian armada dari kawasan Pal 6 menuju Belitung.

“Rencananya beberapa BRT yang sebelumnya di Pal 6 akan digeser ke Belitung. Dari Belitung nanti menuju Km 0, kemudian ke Banjarbaru melalui Jalan Trikora dan selanjutnya berkeliling melayani masyarakat yang berurusan di kawasan perkantoran maupun ASN,” jelas Fitri.

Dishub Kalsel juga sedang mencari lokasi pool baru di Banjarbaru guna memperluas jangkauan layanan BRT dari dua arah, baik Banjarbaru menuju Banjarmasin maupun sebaliknya.

Di sisi lain, Dishub menyoroti tingginya kepadatan penumpang pada jam sibuk, terutama pagi dan sore hari. Untuk mengatasi kondisi tersebut, operator diminta menyediakan bus listrik berkapasitas besar agar dapat menggantikan beberapa armada kecil pada waktu tertentu.

“Kami bukan membeli bus baru ya, sekalian mengklarifikasi bahwa polanya adalah meminta operator agar menyediakan bus listrik kapasitas besar agar bisa mengganti peran 2 atau 3 bus kapasitas 25 penumpang, pada saat jam sibuk,” ujar Fitri.

Menurutnya, penggunaan bus listrik berkapasitas besar diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan dan efisiensi layanan transportasi publik di kawasan Banjarbakula.

Penulis: H. Faidur

Lebih baru Lebih lama