![]() |
| IDUL ADHA: Ilustrasi hewan kurban - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Perayaan Idul Adha identik dengan ibadah kurban yang dilakukan umat Muslim di berbagai daerah. Namun, memilih hewan kurban tidak bisa dilakukan sembarangan karena terdapat sejumlah ketentuan dalam syariat Islam agar ibadah kurban dinilai sah.
Kurban merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang mampu secara finansial. Karena menjadi simbol ketakwaan dan pengorbanan kepada Allah SWT, hewan yang dipilih harus memenuhi syarat tertentu, mulai dari usia, kondisi fisik, hingga waktu penyembelihan.
Berikut lima syarat penting memilih hewan kurban yang perlu diperhatikan umat Muslim sebelum Idul Adha.
1. Hewan Kurban Harus Cukup Umur
Salah satu syarat utama hewan kurban adalah telah memenuhi batas usia sesuai syariat. Untuk kambing, mayoritas ulama menetapkan usia minimal satu tahun atau sudah memasuki fase pergantian gigi.
Ketentuan usia ini dianggap penting karena menandakan hewan telah cukup dewasa dan layak dijadikan kurban. Selain itu, kualitas daging hewan yang cukup umur juga dinilai lebih baik.
Jika usia hewan belum memenuhi syarat, maka ibadah kurban dianggap tidak sah. Karena itu, calon pembeli disarankan memastikan usia hewan dari penjual atau peternak terpercaya.
2. Hewan Harus Sehat dan Tidak Cacat
Islam mengatur bahwa hewan kurban wajib dalam kondisi sehat dan tidak memiliki cacat fisik serius. Hewan yang buta, pincang, sakit, terlalu kurus, atau memiliki penyakit berat tidak diperbolehkan dijadikan kurban.
Ketentuan ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang menekankan pentingnya mempersembahkan hewan terbaik dalam ibadah kurban.
Memilih hewan sehat tidak hanya berkaitan dengan sah atau tidaknya ibadah, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap nilai pengorbanan dalam Islam.
3. Memperhatikan Kondisi dan Jenis Kelamin Hewan
Dalam syariat Islam, kambing jantan maupun betina sama-sama diperbolehkan untuk kurban. Namun, sebagian ulama menilai kambing jantan lebih utama karena dianggap lebih sempurna secara fisik.
Selain jenis kelamin, kondisi reproduksi hewan juga perlu diperhatikan. Hewan yang sedang bunting muda atau masih menyusui sebaiknya tidak dipilih demi menjaga kesehatannya.
Karena itu, pembeli dianjurkan memastikan kondisi hewan benar-benar prima sebelum dijadikan hewan kurban.
4. Satu Kambing untuk Satu Orang
Bagi umat Muslim yang ingin berkurban secara pribadi, kambing menjadi pilihan yang paling umum digunakan. Dalam ketentuannya, satu ekor kambing hanya diperuntukkan bagi satu orang yang berkurban.
Berbeda dengan sapi yang dapat digunakan untuk tujuh orang, kambing hanya berlaku untuk satu nama pekurban. Niat kurban juga harus jelas sejak awal agar ibadah dinilai sah menurut syariat.
5. Penyembelihan Dilakukan pada Waktu yang Tepat
Selain syarat hewan, waktu penyembelihan juga menjadi bagian penting dalam ibadah kurban. Penyembelihan baru boleh dilakukan setelah salat Idul Adha pada 10 Dzulhijjah hingga berakhirnya hari Tasyrik pada 13 Dzulhijjah.
Jika hewan disembelih sebelum salat Id, maka sembelihan tersebut tidak dihitung sebagai ibadah kurban, melainkan hanya sembelihan biasa.
Karena itu, umat Muslim perlu memahami bahwa sahnya ibadah kurban tidak hanya ditentukan oleh hewan yang dipilih, tetapi juga ketepatan waktu pelaksanaannya sesuai syariat Islam.
Sumber: Viva.co.id

