Trending

Studi Tiru ke Ponggok, Pemprov Kalsel Dorong BUMDesa Jadi Motor Ekonomi Desa

FOTO BERSAMA: Gubernur Muhidin memimpin kunjungan studi tiru ke BUMDesa Tirta Mandiri, Desa Ponggok, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan langkah strategis dalam memperkuat ekonomi desa melalui kunjungan studi tiru ke BUMDesa Tirta Mandiri, Desa Ponggok, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Kamis (2/4/2026) lalu.

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin, bersama jajaran Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. Fokus utama kegiatan adalah mempelajari keberhasilan Desa Ponggok dalam mengelola potensi lokal menjadi sumber pendapatan desa yang signifikan.

Desa Ponggok dikenal luas sebagai desa mandiri yang sukses mengembangkan potensi mata air menjadi destinasi wisata unggulan melalui Umbul Ponggok. Objek wisata ini menawarkan pengalaman snorkeling dan foto bawah air dengan fasilitas lengkap, serta mampu menghasilkan pendapatan hingga miliaran rupiah setiap tahunnya.

Gubernur Muhidin berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi role model bagi desa-desa di Kalimantan Selatan dalam mengoptimalkan potensi lokal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalsel, Iwan Ristianto, melalui Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa, Indah Novita Purnamasari, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mendorong optimalisasi pendapatan asli desa melalui penguatan BUMDesa.

“Dari kegiatan tersebut, kami di Dinas PMD berupaya untuk mendorong BUMDesa yang ada agar terus mengembangkan usahanya, sehingga ke depan dapat seperti Ponggok yang mampu menghasilkan laba dan memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan asli desa,” ujar Novi, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah strategi akan dilakukan untuk memperkuat BUMDesa di Kalsel, antara lain peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pengelola, pendampingan pengembangan usaha, serta mendorong kemitraan dengan pihak ketiga.

Selain itu, Dinas PMD juga akan memperkuat sinergi dengan pendamping desa dan pemerintah kabupaten dalam memetakan potensi usaha desa agar dapat dikembangkan menjadi unit usaha yang produktif dan berkelanjutan.

Novi menambahkan, arahan Gubernur juga menekankan pentingnya peningkatan pendampingan terhadap BUMDesa, termasuk menyelaraskan berbagai program pemerintah provinsi agar turut mendukung pengembangan usaha di desa.

“Kami diminta untuk semakin meningkatkan pendampingan, serta memastikan program-program pemerintah provinsi dapat bersinergi dalam mendukung pengembangan usaha BUMDesa,” tambahnya.

Melalui studi tiru ini, Pemprov Kalsel optimistis desa-desa di Banua mampu berkembang menjadi desa mandiri dengan pengelolaan potensi yang inovatif dan berdaya saing, sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat desa.

Sumber: MC Kalsel 

Lebih baru Lebih lama