Trending

Sosialisasikan Perda Kepemudaan, Habib Hamid Dorong Generasi Muda Unggul di Banjarbaru

DIALOG: Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Habib Hamid Bahasyim, menyampaikan Perda Kepemudaan di Banjarbaru - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Habib Hamid Bahasyim, menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2019 tentang Kepemudaan di Banjarbaru, sebagai upaya mendorong lahirnya generasi muda yang unggul dan berdaya saing, Senin (13/4/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan pendidik, yakni Akhmad Ridwan serta Wailiani, yang memberikan pemaparan terkait implementasi dan substansi regulasi kepemudaan.

Habib Hamid menegaskan bahwa Perda Kepemudaan merupakan instrumen strategis dalam mencetak generasi emas di Kalimantan Selatan. Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat, khususnya pemuda dan orang tua, dalam memanfaatkan regulasi tersebut.

“Kehadiran para narasumber hari ini untuk memastikan masyarakat memahami bahwa ada payung hukum yang menjamin pengembangan bakat dan kreativitas anak muda kita,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Akhmad Ridwan menyoroti pentingnya tata kelola organisasi kepemudaan yang baik agar mampu mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah.

Sementara itu, Wailiani menekankan pentingnya pemberdayaan potensi pemuda, termasuk dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Kegiatan yang berlangsung di Komplek Lambung Mangkurat Regency tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Sesi dialog interaktif menjadi bagian paling dinamis, dengan berbagai pertanyaan terkait akses program kepemudaan hingga pengembangan kegiatan positif di lingkungan.

Diskusi tersebut mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap masa depan generasi muda, sekaligus menjadi bukti komitmen Habib Hamid dalam menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara anggota dewan, narasumber, serta masyarakat, sebagai bentuk penguatan komunikasi berkelanjutan ke depan.

Penulis: Fathur

Lebih baru Lebih lama