![]() |
| PENGALUNGAN: Plt Sekda Kota Banjarmasin memasangkan tanda pengenal jemaah haji tahun 2026 - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Sebanyak 717 jemaah haji asal Kota Banjarmasin resmi dilepas menuju Tanah Suci melalui rangkaian kegiatan salat hajat yang berlangsung di Masjid Jami, Sungai Jingah, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Dolly Syahbana.
Dalam sambutannya, Dolly Syahbana menyampaikan bahwa keberangkatan haji merupakan momen yang sangat dinantikan oleh masyarakat, bahkan harus melalui masa tunggu yang panjang.
“Alhamdulillah, pada tahun ini kurang lebih 720 (717 yang bisa berangkat, 2 meninggal dan 1 sakit) orang dari Kota Banjarmasin mendapat panggilan menjadi tamu Allah SWT,” ujarnya.
Ia menilai kesempatan menunaikan ibadah haji adalah anugerah besar yang patut disyukuri, mengingat tidak semua calon jemaah dapat berangkat sesuai rencana.
Menurutnya, keberagaman usia jemaah tahun ini, mulai dari 17 tahun hingga 85 tahun, menjadi gambaran bahwa ibadah haji dapat dilaksanakan oleh berbagai kalangan.
Dolly juga mengajak seluruh pihak untuk memanjatkan doa agar para jemaah diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air dengan selamat.
“Jagalah hati tetap bersih, saling membantu, dan tunjukkan bahwa jemaah haji dari Kota Banjarmasin adalah jemaah yang berakhlak baik, tertib, serta saling menguatkan. Kami semua di sini akan terus mendoakan hingga Bapak dan Ibu kembali ke banua dalam keadaan selamat dan sehat wal afiat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Banjarmasin, Ahmad Sya’rani, menjelaskan bahwa jemaah haji Banjarmasin tahun ini dibagi ke dalam enam kelompok terbang (kloter).
“Jadi ada beberapa kloter ini full warga Banjarmasin, dan ada juga beberapa dari kabupaten/kota di Kalsel. Bahkan ada juga yang jemaah kita ikut kloter dari Kalimantan Tengah,” sebutnya.
Ia berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan baik dan kembali ke daerah masing-masing dalam kondisi sehat.
“Yang terpenting dari perjalanan haji ini warga kita dapat pulang kembali dengan keadaan sehat wal afiat dan menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya.
Penulis: Realita Nugraha

