![]() |
| BICARA: Camat Banjarbaru Selatan Muhammad Firmansyah berdialog dengan warga dalam program KEMAS di Kampung Pelangi - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Pemerintah Kecamatan Banjarbaru Selatan menggelar program KEMAS (Kecamatan Banjarbaru Selatan Mendengar Masyarakat) untuk menyerap aspirasi warga, Jumat (10/4/2026) malam di Kampung Pelangi, Kelurahan Guntung Paikat.
Camat Banjarbaru Selatan, Muhammad Firmansyah, hadir didampingi Lurah Guntung Paikat, Reza Pahlevi, bersama jajaran kecamatan dan kelurahan.
Firman mengatakan, program KEMAS menjadi wadah komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat untuk menampung berbagai keluhan, saran, serta masukan secara langsung.
“Melalui program ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat dan mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan serta permasalahan di lingkungan mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program tersebut dilaksanakan secara rutin setiap pekan dengan lokasi yang berpindah dari satu kelurahan ke kelurahan lainnya.
![]() |
| FOTO BERSAMA: Camat Banjarbaru Selatan bersama lurah dan warga usai kegiatan KEMAS di Kelurahan Guntung Paikat - Foto Dok Istimewa |
“Dengan berkeliling, kami ingin memastikan seluruh masyarakat mendapat kesempatan menyampaikan aspirasinya,” jelasnya.
Salah satu isu yang mencuat dalam kegiatan tersebut adalah pengelolaan sampah rumah tangga yang menjadi fokus Pemerintah Kota Banjarbaru.
“Khusus kesempatan kali ini kami juga menyisipkan tentang pengelolaan sampah yang menjadi salah satu konsen Pemkot Banjarbaru,” tambahnya.
Firman menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah, antara sampah organik dan anorganik, guna mempermudah proses pengolahan serta mengurangi dampak pencemaran lingkungan.
Sementara itu, Lurah Guntung Paikat, Reza Pahlevi, mengatakan pihaknya tengah melakukan pemetaan terhadap sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mendukung penerapan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.
“Kami akan memastikan apakah bantuan sarana pengelolaan sampah dari Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol, mencukupi untuk wilayah Guntung Paikat. Jika belum, akan kami optimalkan dari sumber daya yang ada,” ujarnya.
Program KEMAS diharapkan tidak hanya menjadi sarana penyerapan aspirasi, tetapi juga mampu mendorong solusi konkret terhadap persoalan lingkungan dan pelayanan publik di tengah masyarakat.
Penulis: H. Faidur


