Trending

Muhidin Yakin Kalsel Kian Dilirik Investor, Investasi 2025 Tembus Rp32,85 Triliun

SOSOK: Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyampaikan sambutan dalam Forum Investasi dan Promosi Layanan Unggulan RSUD Ulin Kalsel 2026 di TMII, Jakarta - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin optimistis Kalsel semakin menarik minat investor pada 2026 setelah mencatat realisasi investasi sebesar Rp32,85 triliun sepanjang 2025. Capaian itu dinilai menjadi modal kuat bagi daerah untuk memperluas investasi sekaligus memperkuat daya saing ekonomi.

Pernyataan tersebut disampaikan Muhidin saat menghadiri Forum Investasi dan Promosi Layanan Unggulan RSUD Ulin Kalsel 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (26/4/2026).

Menurut Muhidin, pertumbuhan investasi di Kalsel tidak hanya ditopang oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga ditentukan oleh kesiapan daerah dalam membangun ekosistem yang mendukung dunia usaha, termasuk kualitas layanan publik dan infrastruktur penunjang.

“Capaian investasi tahun lalu menjadi fondasi penting untuk memperbesar skala investasi ke depan. Kalsel harus mampu membaca peluang dan bergerak cepat di tengah momentum pembangunan nasional yang terus berkembang,” ujarnya.

Ia menyebut realisasi investasi Kalsel sepanjang 2025 meningkat 35,1 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari angka tersebut, lebih dari 70 persen berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), yang menurutnya menunjukkan tingginya kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi daerah.

Muhidin menilai, daya tarik investasi saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada sumber daya alam dan regulasi. Investor, kata dia, juga semakin memperhatikan kualitas hidup, lingkungan, dan dukungan layanan bagi tenaga kerja di daerah tujuan investasi.

“Investor hari ini tidak hanya melihat sumber daya dan aturan, tetapi juga menilai bagaimana kualitas hidup tenaga kerja dan ekosistem pendukung di daerah tersebut. Itu yang juga sedang kami bangun di Kalsel,” jelasnya.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem investasi, Pemprov Kalsel juga menyoroti transformasi layanan kesehatan melalui RSUD Ulin sebagai rumah sakit rujukan utama di daerah.

Muhidin mengatakan RSUD Ulin kini terus memperkuat layanan medis unggulan, mulai dari layanan jantung terpadu, radioterapi kanker, hingga fasilitas CT Scan dan MRI berteknologi tinggi. Selain itu, rumah sakit tersebut juga mulai menghadirkan layanan fertilitas dan penanganan penyakit spesialistik lainnya.

“Penguatan layanan kesehatan ini penting, karena pertumbuhan investasi harus berjalan seiring dengan kualitas layanan publik yang mampu memberi rasa aman bagi masyarakat maupun pelaku usaha,” katanya.

Ia menegaskan, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan layanan publik harus berjalan beriringan agar manfaat investasi benar-benar dirasakan masyarakat.

“Investasi yang tumbuh harus berdampak pada kesejahteraan. Sementara kesejahteraan yang kuat tidak mungkin tercapai tanpa dukungan layanan kesehatan yang baik,” tutup Muhidin.

Forum tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah, jajaran SKPD Pemprov Kalsel, pelaku usaha, investor nasional, asosiasi bisnis, hingga mitra strategis RSUD Ulin. Pemerintah Provinsi Kalsel berharap sinergi itu mampu memperkuat posisi daerah sebagai salah satu tujuan investasi potensial di Indonesia.

Sumber: Wasaka

Lebih baru Lebih lama