![]() |
| RAMAI: Lurah Guntung Paikat, Reza Pahlevi, bersama sejumlah peserta kegiatan kreasi daur ulang dalam rangka Peringatan Hari Kartini - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Peringatan Hari Kartini di Banjarbaru tahun ini menjadi momentum penguatan edukasi lingkungan. Lurah Guntung Paikat, Reza Pahlevi, menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membiasakan anak mengelola sampah sejak dini.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan kreasi daur ulang yang digelar PAUD Citra Indonesia. Sebanyak 110 siswa dari tingkat Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-Kanak (TK) tampil mengenakan kostum unik berbahan limbah, dengan total hadiah mencapai Rp1.700.000,00.
Menurut Reza, kegiatan ini bukan sekadar perayaan Hari Kartini, tetapi juga bagian dari langkah nyata membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat. Ia menilai inisiatif tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sampah berkelanjutan, termasuk rencana deklarasi komitmen lingkungan pada peringatan Hari Jadi Kota Banjarbaru.
“Momentum seperti ini sangat penting. Selain memperingati Hari Kartini, juga menjadi sarana edukasi yang selaras dengan arah kebijakan pengelolaan sampah,” ujarnya.
![]() |
| PENAMPILAN: Salah satu peserta kreasi daur ulang yang digelar PAUD Citra Indonesia sedang menunjukkan performa - Foto Dok Istimewa |
Reza menegaskan, pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Ia menyoroti peran penting orang tua, khususnya ibu, dalam membiasakan anak memilah sampah organik dan anorganik yang dapat didaur ulang.
Ia pun mengapresiasi para siswa yang telah menunjukkan kreativitas melalui kostum daur ulang, sebagai bukti bahwa edukasi lingkungan dari keluarga telah berjalan baik.
“Saya sangat mengapresiasi anak-anak yang sudah diajarkan memilah sampah dari rumah. Ini langkah kecil yang berdampak besar bagi lingkungan ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Owner PAUD Citra Indonesia, Widi Sulistiyowati, menyebut kegiatan ini dirancang sebagai media pembelajaran yang menyenangkan. Anak-anak diajak memahami bahwa limbah dapat diolah menjadi karya kreatif dan bernilai, sejalan dengan semangat kemandirian dan kreativitas Kartini.
Kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusias. Di akhir kegiatan, Reza berharap program serupa terus berlanjut sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan sejak dini.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberi dampak luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: H. Faidur


