Trending

Bupati Tala Ajak Perusahaan Terlibat Tekan Stunting Lewat Program Genting

TANDA TANGAN: Bupati Rahmat menandatangani dokumen terkait upaya penanganan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Tala) memperkuat upaya penanganan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk sektor swasta.

Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto, menegaskan penanganan stunting tidak cukup dilakukan secara seremonial, melainkan membutuhkan aksi nyata dan kolaborasi lintas sektor.

“Kalau angka stunting di daerah kita masih tinggi, tentu menjadi tanggung jawab bersama yang belum tuntas,” ujarnya saat membuka sosialisasi program Genting di Pelaihari, Rabu (22/4/2026).

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR), terutama di daerah yang memiliki potensi industri cukup besar.

“Seluruh camat harus berperan. Ajak perusahaan di wilayahnya, arahkan program CSR ke penanganan stunting. Ini bukan hanya program kabupaten, tapi program nasional yang harus kita keroyok bersama-sama,” tegasnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Tanah Laut, Maria Ulfah, melaporkan capaian program Genting menunjukkan hasil signifikan.

Pada 2025, dari target 622 sasaran, realisasi mencapai 3.831 sasaran atau 615,92 persen.

“Mekanisme Genting merupakan gerakan gotong royong masyarakat. Bantuan diberikan kepada keluarga berisiko stunting, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita usia di bawah dua tahun dengan tingkat kesejahteraan rendah,” jelasnya.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Tanah Laut tercatat sebesar 22,5 persen. Angka ini menurun dibandingkan data SKI 2023 yang mencapai 41,7 persen.

Selain bantuan nutrisi dan sanitasi, penanganan stunting juga difokuskan pada penguatan layanan keluarga berencana pasca-persalinan, bimbingan perkawinan bagi calon pengantin, serta pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga.

Bupati Rahmat menambahkan, edukasi masyarakat menjadi kunci penting dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Terkadang bukan karena tidak mampu, tetapi karena belum memahami pola asuh dan pemenuhan gizi yang baik,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menargetkan penurunan angka stunting yang lebih signifikan pada 2026 melalui penguatan peran camat, puskesmas, kader PKK, serta dukungan sektor swasta.

Penulis: Lutfi

Lebih baru Lebih lama