![]() |
| NILAI EKONOMIS: Pengelola Bank Sampah Kelapa Sawit, Khairu Toim, menunjukkan sejumlah sampah yang dijadikan warga sebagai alat tukar kebutuhan sehari-hari - Foto Dok H. Faidur |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Warga di Komplek Kelapa Sawit, Kelurahan Sungai Besar, Kecamatan Banjarbaru Selatan, kini bisa menukar sampah dengan sembako hingga token listrik melalui Bank Sampah Kelapa Sawit yang dikelola pemuda setempat.
Bank sampah yang berdiri sejak 2023 ini menjadi solusi pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Melalui sistem tabungan dan barter, sampah yang sebelumnya tidak bernilai kini dapat dimanfaatkan menjadi kebutuhan sehari-hari.
“Misalnya minyak jelantah bisa ditukar dengan minyak goreng baru atau sembako. Bahkan saldo dari tabungan sampah juga bisa digunakan untuk membeli token listrik,” ujar pengelola, Khairu Toim saat diwawancarai, Selasa (14/4/2026).
Selain ditukar langsung, warga juga dapat menabung sampah yang kemudian dikonversikan menjadi saldo. Saldo tersebut bisa digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk pembayaran tagihan listrik dan air.
Saat ini, bank sampah dikelola oleh lima orang pengurus aktif dengan jumlah anggota lebih dari 20 orang. Meski demikian, layanan ini terbuka untuk umum, termasuk warga di luar wilayah Kelurahan Sungai Besar.
Bank sampah ini menerima berbagai jenis limbah, mulai dari sampah anorganik seperti plastik, botol air mineral, kertas, dan kardus, hingga limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Seluruh sampah yang masuk dipilah kembali sebelum diproses atau disalurkan.
Selain itu, pengelola juga mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos. Proses pengolahan ini memakan waktu sekitar tiga bulan sebelum hasilnya dapat dimanfaatkan atau dijual kembali untuk menambah kas operasional.
“Awalnya memang cukup sulit, dalam seminggu hanya terkumpul sedikit. Sekarang partisipasi warga mulai meningkat,” tambah Khairu.
Adapun jenis sampah yang paling banyak disetorkan warga saat ini adalah kardus, kertas bekas, serta botol dan gelas plastik.
Melalui inovasi ini, Bank Sampah Kelapa Sawit tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat melalui sistem pengelolaan sampah yang produktif.
Penulis: H. Faidur

