![]() |
| PENYEMATAN: Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan memasang tanda khusus personel Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Intan 2026 - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Polres Tanah Laut mulai meningkatkan kesiapsiagaan pengamanan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Intan 2026 di Lapangan Apel Polres Tanah Laut, Kamis (12/3/2026).
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengecekan kesiapan personel serta sarana dan prasarana guna memastikan pengamanan dan pelayanan masyarakat selama masa mudik dan perayaan Lebaran berjalan optimal.
Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tanah Laut, Wakapolres Tanah Laut Kompol Thomas Afrian, serta para pejabat utama Polres Tanah Laut.
Selain personel kepolisian, pengamanan juga melibatkan sejumlah instansi terkait seperti Kodim 1009/Tanah Laut, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Damkar, Dinas Kesehatan, BPBD, Senkom, serta Pramuka Saka Bhayangkara.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Tanah Laut membacakan amanat Kapolri terkait pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang menekankan pentingnya sinergisitas lintas sektor dalam menjaga keamanan selama momentum Lebaran.
“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen serta sinergisitas lintas sektor dalam rangka menyukseskan Operasi Ketupat 2026, sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib, dan lancar,” ujar Kapolres.
Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa perayaan Idul Fitri menjadi salah satu momentum penting yang berdampak besar terhadap pergerakan masyarakat dan aktivitas perekonomian.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat secara nasional pada masa libur Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang. Meski angka tersebut sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, berbagai kebijakan stimulus seperti diskon tarif transportasi dan fleksibilitas kerja tetap berpotensi memicu lonjakan arus mudik.
Operasi Ketupat 2026 sendiri akan dilaksanakan selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026 dengan melibatkan 161.243 personel gabungan secara nasional.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada dua periode, yakni 14–15 Maret serta 18–19 Maret 2026. Sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.
Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polri menyiapkan 2.746 pos yang terdiri dari Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu di berbagai wilayah Indonesia sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat.
Pengamanan juga difokuskan pada berbagai objek vital seperti tempat ibadah, pusat perbelanjaan, jalur transportasi, hingga objek wisata.
Melalui Operasi Ketupat Intan 2026 ini, Polres Tanah Laut bersama instansi terkait berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik maupun merayakan Idul Fitri di kampung halaman.
Penulis: Lutfi

