![]() |
| SELEBRASI: Timnas Iran saat berhasil lolos untuk berlaga di pesta akbar sepakbola Piala Dunia FIFA 2026 - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 terancam menjadi salah satu edisi paling rumit dalam sejarah. Turnamen yang akan digelar di tiga negara yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dihadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari geopolitik hingga isu keamanan dan infrastruktur.
Menariknya, kali ini sorotan tak sepenuhnya diarahkan kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino. Sejumlah persoalan dinilai berada di luar kendali langsung federasi.
Ancaman dari Situasi Iran
Gejolak di Timur Tengah memunculkan tanda tanya besar terkait partisipasi Iran. Belum pernah dalam sejarah ada tim yang sudah lolos kualifikasi kemudian dilarang tampil atau mundur dari putaran final. Namun jika situasi tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, FIFA bisa menghadapi preseden yang belum pernah terjadi.
Kemungkinan terburuk adalah jika Federasi Sepak Bola Iran menyatakan tidak mengambil jatah tampilnya, atau pemerintah AS menolak memberikan izin masuk bagi tim yang mewakili Republik Islam tersebut.
Jika skenario itu terjadi, peluang bisa terbuka bagi Irak yang dijadwalkan tampil di playoff antarbenua di Meksiko. Bila Irak lolos dan menghadapi Bolivia atau Suriname di Monterrey, maka kandidat lain yang berpotensi diuntungkan adalah Uni Emirat Arab, yang sebelumnya kalah dari Irak dalam perebutan tiket playoff.
Kekhawatiran Keamanan dan Pembatasan Perjalanan
Dinas keamanan AS saat ini dalam siaga tinggi. Ketegangan di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran potensi aksi balasan, sehingga pembatasan terhadap suporter asing diprediksi makin ketat.
FIFA pernah menghadapi situasi serupa pasca serangan 11 September, ketika pengamanan ekstra diberikan kepada tim AS dan Inggris di Piala Dunia 2002 di Jepang dan Korea Selatan.
Pembatasan perjalanan juga bukan hal baru. Suporter FC Porto sempat dilarang terbang mendukung timnya di Piala Dunia Antarklub 2025. Perjalanan ke AS dari Iran, Mesir, Pantai Gading, dan Senegal pun dilaporkan dibatasi secara signifikan.
Ancaman Kekerasan di Meksiko
Di Meksiko, kekerasan yang dipicu kartel narkoba, terutama di kota tuan rumah Guadalajara, meningkatkan kekhawatiran soal keselamatan. Pemerintah Kanada bahkan memperingatkan warganya untuk meningkatkan kewaspadaan saat bepergian ke Meksiko karena tingginya angka kejahatan dan penculikan.
Sengketa Pendanaan dan Protes di AS
Masalah juga muncul di dalam negeri AS. Pejabat kota Foxborough, dekat Boston, menolak mengeluarkan izin hiburan untuk Gillette Stadium kecuali ada dana tambahan sekitar 6 juta poundsterling untuk menutup biaya operasional.
Di sejumlah kota lain, protes terhadap penggerebekan oleh otoritas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) menambah ketegangan. Aparat keamanan yang tidak terbiasa menangani gelombang besar suporter sepak bola internasional dikhawatirkan menghadapi situasi sulit, apalagi dengan suhu musim panas yang ekstrem.
Masalah Lapangan dan Cuaca
FIFA berjanji memperbaiki persoalan kualitas lapangan yang sempat menuai kritik pada Piala Dunia Antarklub musim panas lalu. Rumput alami wajib digunakan menggantikan permukaan sintetis di sejumlah stadion AS seperti Atlanta, Boston, Dallas, Houston, Los Angeles, New York, dan Seattle, serta Vancouver di Kanada.
Untuk mengantisipasi panas dan kelembapan ekstrem, banyak laga sore dijadwalkan berlangsung di stadion tertutup di Dallas, Houston, dan Los Angeles. Selain itu, akan diterapkan jeda hidrasi di tengah setiap babak.
Namun sejumlah pertandingan tetap digelar di stadion terbuka pada sore atau awal malam hari. Berdasarkan hukum AS, pertandingan harus dihentikan selama satu jam jika badai petir terdeteksi dalam radius 10 mil dari stadion—faktor lain yang berpotensi mengganggu jadwal.
Dengan waktu sekitar 100 hari menuju kick-off, FIFA menghadapi kombinasi tantangan geopolitik, keamanan, cuaca, hingga pendanaan. Jika tak terkelola dengan baik, Piala Dunia 2026 berisiko menjadi ujian terbesar dalam sejarah turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut.
Sumber: Bola.com

