![]() |
| PEMANTAUAN: Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, meninjau pelaksanaan pasar murah di Kecamatan Banjarmasin Selatan - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Kecamatan Banjarmasin Selatan menjadi lokasi terakhir penyelenggaraan Pasar Murah Dana Forum Banjarmasin Corporate Social Responsibility (BCSR) dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, mewakili Wali Kota H. Muhammad Yamin HR, Senin (16/3/2026).
Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, Camat Banjarmasin Selatan, Endah Widiastuti, serta camat dan lurah se-kecamatan beserta jajaran terkait.
Menurut Ikhsan Budiman, pasar murah bukan hanya kegiatan sosial, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.
“Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok biasanya meningkat cukup signifikan. Kondisi ini sering memicu gejolak harga di pasar,” ujar Ikhsan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarmasin mencatat inflasi year-on-year pada Februari 2026 mencapai 6 persen. Untuk itu, langkah nyata berupa pasar murah BCSR dilakukan untuk membantu mengendalikan inflasi dan menjaga kestabilan harga bahan pokok.
Ikhsan juga menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan dunia usaha dalam kegiatan ini, yang menunjukkan bahwa menjaga stabilitas ekonomi tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri.
“Ini menunjukkan bahwa upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah tidak bisa hanya dilakukan pemerintah saja, tetapi membutuhkan dukungan dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, masyarakat diharapkan memanfaatkan pasar murah dengan bijak dan tetap tertib saat berbelanja.
“Semoga melalui kegiatan ini masyarakat Kota Banjarmasin dapat menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri dengan lebih tenang, penuh keberkahan, dan dalam kondisi ekonomi yang lebih stabil,” tutup Ikhsan.
Sementara itu, Ichrom Muftezar melaporkan peningkatan signifikan partisipasi perusahaan dalam kegiatan pasar murah. Tahun 2025, sebanyak 23 perusahaan menyalurkan 13.648 paket bantuan. Tahun 2026, jumlah perusahaan bertambah menjadi 45 dengan total 18.316 paket bantuan.
“Ini kemungkinan menjadi pasar murah terakhir di bulan Ramadan. Target awal sebenarnya hanya 30 titik, namun karena jumlah donatur terus bertambah, pelaksanaannya bisa diperluas hingga mencapai 35 titik, dengan yang terakhir digelar di Banjarmasin Selatan,” jelas Ichrom.
Penulis: Lita

