Trending

Meski Ditunda, Ancaman Serangan AS Bikin Warga Iran Tetap Diliputi Kecemasan

SOSOK: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Penundaan rencana serangan Amerika Serikat terhadap infrastruktur energi Iran belum mampu meredakan kekhawatiran publik di negara tersebut. Ketegangan justru masih terasa karena keputusan itu dinilai hanya bersifat sementara.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penundaan serangan terhadap sektor vital Iran, khususnya sumber listrik, setelah mengklaim adanya negosiasi yang berlangsung produktif dengan Teheran. Namun, pemerintah Iran langsung membantah klaim tersebut dan menegaskan tidak ada komunikasi, baik secara langsung maupun melalui pihak ketiga.

Di tengah situasi itu, masyarakat Iran masih dibayangi ketidakpastian. Penundaan tersebut dianggap belum menjamin keamanan dalam jangka panjang, sehingga potensi eskalasi tetap terbuka dalam beberapa hari ke depan.

Sejumlah kalangan di Iran juga menilai ancaman terhadap infrastruktur listrik bukanlah tujuan utama. Mereka menduga langkah tersebut hanya bagian dari strategi yang lebih besar, yakni menguasai Selat Hormuz yang merupakan jalur penting distribusi energi dunia.

Ancaman terhadap pasokan listrik sendiri dinilai berpotensi menimbulkan krisis serius apabila benar-benar terjadi dalam jangka waktu lama. Penulis sekaligus tokoh reformis Iran, Ahmad Zeidabadi, menggambarkan dampak yang mungkin timbul dengan merujuk pada novel Blindness karya Jose Saramago.

Ia menyebut ancaman tersebut sebagai salah satu yang paling berbahaya dalam sejarah modern.

"Bayangkan jika listrik untuk populasi 90 juta jiwa terputus untuk waktu yang lama di zaman sekarang ini! Apa yang akan terjadi? Pertama-tama, semua rumah dan jalan akan gelap gulita dan orang tua serta orang sakit akan terkunci di menara tempat tinggal mereka. Segera setelah itu, siklus produksi semua jenis barang dan jasa akan berhenti," kata Zeidabadi, dikutip dari The Guardian, Senin (23/3/2026) lalu.

Menurutnya, dampak pemadaman listrik skala besar tidak hanya melumpuhkan aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi menghentikan seluruh sistem ekonomi dan layanan publik dalam waktu singkat.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun serangan belum terjadi, tekanan psikologis dan kekhawatiran masyarakat Iran sudah meningkat signifikan seiring memanasnya dinamika geopolitik di kawasan.

Sumber: Kompas.com

Lebih baru Lebih lama