Trending

Iran Buka Akses Terbatas Selat Hormuz, Hanya untuk Negara Sahabat

ILUSTRASI: Gambaran kondisi Selat Hormuz - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Pemerintah Iran mulai memberikan izin terbatas bagi kapal dari sejumlah negara untuk melintasi Selat Hormuz, di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.

Kebijakan tersebut disampaikan melalui pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyebutkan bahwa akses diberikan kepada negara-negara yang dianggap bersahabat.

“Kami mengizinkan pelayaran melalui Selat Hormuz bagi negara-negara sahabat termasuk China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan,” demikian pernyataan yang diunggah Konsulat Jenderal Iran di Mumbai, Kamis (26/3/2026).

Keputusan ini muncul setelah Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, menyerukan agar jalur vital tersebut kembali dibuka secara penuh.

Dalam pernyataannya, Guterres menilai penutupan Selat Hormuz telah berdampak besar terhadap pasokan energi dan kebutuhan global lainnya, terutama minyak, gas, dan pupuk di tengah musim tanam.

“Di seluruh kawasan dan sekitarnya, warga sipil mengalami dampak serius dan hidup dalam ketidakamanan yang mendalam. PBB bekerja untuk meminimalkan dampak perang. Dan cara terbaik untuk meminimalkan dampak tersebut sudah jelas: akhiri perang sekarang juga,” ujarnya.

Ia juga mendesak Amerika Serikat dan Israel untuk segera mengakhiri konflik di kawasan Asia Barat, seraya menegaskan bahwa perang hanya memperburuk penderitaan manusia dan dampak ekonomi global.

“Pesan saya kepada Amerika Serikat dan Israel adalah sudah saatnya mengakhiri perang, di tengah penderitaan manusia yang semakin dalam, korban sipil yang terus bertambah, serta dampak ekonomi global yang semakin besar. Pesan saya kepada Iran adalah menghentikan serangan terhadap negara tetangga yang tidak terlibat dalam konflik,” katanya.

Sebelumnya, misi Iran di New York juga menyatakan hanya kapal yang dikategorikan “tidak bermusuhan” yang diizinkan melintas. Kapal tersebut harus berasal dari negara yang tidak terlibat atau mendukung tindakan agresi terhadap Iran serta wajib mematuhi ketentuan keselamatan dan keamanan yang berlaku.

Selain itu, seluruh pelayaran diwajibkan melakukan koordinasi dengan otoritas Iran guna mendapatkan akses jalur aman di Selat Hormuz. Kebijakan ini sekaligus menegaskan kontrol ketat Iran terhadap salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia tersebut.

Sumber: Detik.com

Lebih baru Lebih lama