Trending

Dispar Kalsel Tingkatkan Kapasitas Pokdarwis, Dorong Pariwisata Berstandar Internasional

RAMAI: Suasana pelatihan peningkatan kapasitas SDM Pokdarwis oleh Dispar Kalsel - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan (Dispar Kalsel) kembali menggelar pelatihan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini diikuti perwakilan Pokdarwis dari Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut, dengan fokus pada peningkatan kualitas pelayanan di destinasi wisata unggulan, termasuk pengembangan Geopark Meratus.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Iwan Fitriady menegaskan pentingnya peran Pokdarwis sebagai ujung tombak pengelolaan objek wisata di daerah.

“Ketika kapasitas Pokdarwis sudah sesuai standar, maka pelayanan kepada wisatawan diharapkan bisa berstandar internasional demi kenyamanan pengunjung,” ujarnya.

Ia menyebut Geopark Meratus memiliki potensi besar setelah mendapat pengakuan internasional dari UNESCO. Dengan cakupan wilayah di 13 kabupaten/kota, pengembangannya dinilai berdampak luas bagi sektor pariwisata Kalimantan Selatan.

Selain peningkatan kualitas layanan, Dispar Kalsel juga menargetkan peningkatan durasi kunjungan wisatawan yang saat ini rata-rata masih sekitar 1,2 hari.

“Harapannya wisatawan, khususnya mancanegara, bisa tinggal lebih lama di Kalsel. Jika durasi kunjungan meningkat, maka dampak ekonominya bagi masyarakat juga akan lebih besar,” jelasnya.

Untuk mengatasi kendala kemampuan bahasa asing di kalangan Pokdarwis, Dispar Kalsel mendorong kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti ASITA, Himpunan Pramuwisata Indonesia, dan PHRI.

“Pembekalan kemampuan bahasa tetap akan dilakukan secara bertahap untuk mendukung pelayanan wisatawan,” tambahnya.

Peningkatan kapasitas SDM ini diharapkan mampu mendongkrak kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah yang saat ini masih sekitar 0,22 persen.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menargetkan sektor pariwisata menjadi motor penggerak ekonomi baru, sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 5,4 persen pada 2025 dan meningkat hingga 8,1 persen pada 2029 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Sumber: MC Kalsel 

Lebih baru Lebih lama