Trending

Pemprov Dukung Sensus Ekonomi 2026, Sekdaprov Kalsel Ajak Masyarakat Berikan Data Jujur

KOORDINASI: Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menyimak presentasi oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026.

Ajakan tersebut disampaikan usai audiensi bersama Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan di Ruang Rapat Sekda Lantai 3, Kantor Gubernur Kalsel, Kota Banjarbaru, Selasa (24/2/2026).

Menurut Syarifuddin, sensus ekonomi menjadi momentum penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan potensi usaha di Indonesia. Data yang akurat dan terpercaya akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan.

“Sensus Ekonomi merupakan momentum penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan potensi usaha di negara kita. Data yang akurat dan terpercaya akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan,” ucapnya.

Dalam audiensi tersebut, Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif, memaparkan sejumlah perkembangan ekonomi daerah. Sepanjang 2025, Kalimantan Selatan mencatat pertumbuhan ekonomi kumulatif sebesar 5,22 persen dibandingkan 2024. Capaian itu mencerminkan kinerja positif berbagai lapangan usaha yang menopang struktur ekonomi daerah.

Pada Triwulan IV-2025, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan juga dinilai kompetitif dibandingkan provinsi lain di Pulau Kalimantan.

Dari sisi harga, inflasi tahun ke tahun (year-on-year) 2026 tercatat sebesar 4,66 persen, menempatkan Kalimantan Selatan dalam 10 besar provinsi dengan inflasi tertinggi secara nasional. Sementara inflasi bulan ke bulan (month-to-month) tercatat sebesar 0,20 persen.

Komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain emas perhiasan sebesar 1,67 persen, tarif listrik 1,34 persen, beras 0,24 persen, sigaret kretek mesin (SKM) 0,12 persen, serta ikan papuyu 0,09 persen. Kenaikan harga emas di Kalimantan Selatan disebut menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain.

Di sisi lain, sejumlah komoditas mengalami deflasi, seperti tarif parkir, cabai merah, dan ikan gabus. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Selatan juga menunjukkan capaian positif dengan angka 76,10 persen.

Syarifuddin mengimbau masyarakat agar menerima petugas sensus serta memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur.

“Saya mengajak seluruh masyarakat dan para pelaku usaha di Kalimantan Selatan untuk menerima kedatangan petugas sensus serta memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur. Partisipasi Bapak dan Ibu sangat berarti bagi kemajuan ekonomi daerah yang kita cintai bersama,” ungkapnya.

Ia menegaskan, keberhasilan Sensus Ekonomi akan memberikan kontribusi besar dalam memperkuat fondasi pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi demi Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Bersama kita jaga dan perkuat ekonomi Indonesia,” pungkasnya.

Sumber: Wasaka

Lebih baru Lebih lama