![]() |
| Ketua DK Kalsel Dr Taufik Arbain didampingi Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel Raudati Hildayati, saat memimpin rapat persiapan agenda DSBK 2027. (Foto: istimewa) |
RILISKALIMANTAN.COM - Dewan Kesenian Kalimantan Selatan (DK Kalsel) menggelar rapat persiapan awal penyelenggaraan Dialog Serumpun Borneo Kalimantan (DSBK) XXVII Tahun 2027, Jumat (30/1/2026) di Ruang Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru. Rapat ini merupakan tindak lanjut sekaligus apresiasi atas hasil pemupakatan para utusan DSBK XXVI Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Kalimantan Timur bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di Samarinda.
Dalam ajang DSBK XXVI tersebut, DK Kalsel bersama Dewan Kesenian Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan mengutus sekitar 20 orang sastrawan dan pegiat sastra, di antaranya Micky Hidayat, Hajriansyah, HE Benyamin, Fahmi Wahid, Ali Syamsudin Arsi, Iberamsyah Amandit, Iberamsyah Barbari, Hadani HAD, Gusti Indra Setiawan, Tarmuji, dan Lilis Martadian
Rapat persiapan ini dihadiri para sastrawan yang terlibat dalam DSBK XXVI dan dibersamai Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Raudati Hildayati.
Ketua Dewan Kesenian Kalimantan Selatan, Dr. Taufik Arbain, mengatakan rapat tersebut bertujuan untuk memantapkan berbagai aspek persiapan, mulai dari pembentukan kepanitiaan, perencanaan penganggaran, manajemen pelaksanaan, hingga penguatan partisipasi para pihak yang terlibat.
“Rapat ini sekaligus menjadi ruang koordinasi awal dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan. Kita mengapresiasi hajat bersama penyelenggaraan DSBK XXVII dan menyelaraskannya dengan program Pemerintah Provinsi Kalsel serta visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur,” ujar Taufik.
Menurut dosen FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tersebut, penyelenggaraan DSBK XXVII diharapkan dapat berkontribusi terhadap penguatan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Kalimantan Selatan serta mendukung peningkatan sektor pariwisata daerah. Penentuan jadwal dan lokasi kegiatan nantinya akan dibahas bersama dan disesuaikan dengan agenda resmi Pemprov Kalsel.
![]() |
| Suasana rapat membahas berbagai poin terkait agenda DSBK. (Foto: istimewa) |
Lebih lanjut, Taufik menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dan partisipatif antara Dewan Kesenian Provinsi, Dewan Kesenian Kabupaten/Kota, serta pemerintah daerah masing-masing. Kolaborasi tersebut mencakup kepesertaan acara, tampilan gelaran, hingga penyediaan pemandu wisata kawasan, mengingat DSBK melibatkan peserta dari tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
“Kegiatan ini membawa maruah Banua. Karena itu, pelayanan dan kemasan kegiatan harus memiliki makna yang kuat. DSBK juga menjadi sarana promosi kesenian dan kebudayaan Kalimantan Selatan kepada peserta dengan latar belakang budaya Melayu, Dayak, dan Banjar dalam khazanah sastra Borneo-Kalimantan,” jelas Taufik yang juga bergelar Datuk Cendekia Hikmadiraja Kesultanan Banjar.
Ia menambahkan, tema DSBK XXVII nantinya akan dikonstruksi secara bersama dan disesuaikan dengan agenda pemajuan kebudayaan bidang sastra pada skala regional, nasional, hingga internasional. “DSBK harus menjadi ruang dialog sastra sekaligus wahana diplomasi kebudayaan,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel Raudati Hildayati menyambut baik rencana penyelenggaraan DSBK XXVII. Menurutnya, agenda tersebut sangat potensial untuk disinergikan dengan program-program kebudayaan Pemprov Kalsel, termasuk Pekan Budaya Banua.
“Persiapan DSBK XXVII akan kita matangkan bersama, termasuk lokasi kegiatan dan penganggaran. Ke depan, saya akan membersamai DK Kalsel dan tim panitia untuk melakukan pertemuan serta konsultasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Dengan persiapan yang matang dan sinergi lintas pemangku kepentingan, DSBK XXVII Tahun 2027 diharapkan menjadi ajang strategis penguatan jejaring sastra Borneo-Kalimantan sekaligus etalase kebudayaan Kalimantan Selatan di tingkat internasional.
Editor: Khairiadi Asa


