![]() |
RAMADAN RACE: Para pecinta mobil Remote Control (RC) bersiap mengikuti event spesial bertajuk Ramadan Race yang digelar di Wengga RC Track Banjarbaru – Foto Ist |
RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Nuansa berbeda akan mewarnai ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) RC Rally Kalselteng 2026. Para pecinta mobil Remote Control (RC) bakal disuguhkan event spesial bertajuk Ramadan Race yang digelar di Wengga RC Track Banjarbaru, Minggu (22/2/2026).
Mengusung konsep “abis balap bukber”, kegiatan ini memadukan kompetisi otomotif RC dengan kebersamaan di bulan suci Ramadan. Setelah menyelesaikan seluruh sesi balapan, peserta akan melaksanakan buka puasa bersama dan shalat berjamaah.
Ketua South Borneo RC Rally, Fadil Hananin menyampaikan bahwa Ramadan Race bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat solidaritas komunitas.
“Event ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Kejurda RC Rally Kalselteng 2026. Kami ingin menjadikan Ramadan Race sebagai pemanasan sekaligus ajang silaturahmi antar komunitas RC di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah,” ujar Fadil.
Menurutnya, antusiasme pehobi RC Rally di Kalsel saat ini sangat tinggi. Karena itu, panitia membuka dua kelas utama yang diyakini akan menghadirkan persaingan menarik.
“Kami membuka kelas RC Rally serta Mini SCT dan Buggy. Dua kelas ini memang paling diminati dan kami optimistis persaingan akan berlangsung sengit, karena para driver sudah mulai mempersiapkan diri sejak awal,” jelasnya.
Fadil menegaskan, konsep Ramadan Race memang dirancang berbeda dari event biasanya. Selain kompetitif, kegiatan ini tetap mengedepankan nilai religius dan kebersamaan.
“Kami mewajibkan peserta mengenakan baju koko dan kopiah setelah balapan. Setelah itu kita buka puasa bersama dan dilanjutkan shalat berjamaah. Jadi bukan hanya soal balap, tetapi juga mempererat ukhuwah di bulan suci Ramadan,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan sekaligus memperkuat eksistensi RC Rally di Kalselteng.
Sementara itu, salah satu peserta, Pandu Satria, mengucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada seluruh peserta yang mengikuti ajang tersebut.
“Antusias para peserta dalam mempersiapkan Kejurda tahun ini tidak main-main. Saya sendiri beberapa kali mengalami kendala teknis. Ajang ini menjadi momen penting untuk persiapan sekaligus pengecekan alat balap sebelum Kejurda nanti,” ungkap Pandu.
Ia menambahkan, jumlah peserta yang ambil bagian dalam Ramadan Race cukup menggembirakan. Untuk kelas RC Rally tercatat sekitar 27 peserta, sementara kelas Mini SCT dan Buggy diikuti sekitar 15 peserta.
“Kalau ditotal hampir 50 orang yang ikut. Ini angka yang cukup besar untuk event ngabuburit sambil race. Apalagi nanti saat Kejurda, kemungkinan pesertanya bisa lebih dari 50 orang. Jadi ini momentum yang sangat pas untuk persiapan dan uji coba,” pungkasnya.
Dengan konsep balap sekaligus ibadah dan silaturahmi, Ramadan Race diharapkan menjadi ajang yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga penuh kebersamaan dan nilai religius.
Penulis: Realita Nugraha

