Trending

Antisipasi Pohon Tumbang, DLH Banjarbaru Lakukan Pemangkasan Intensif di Sejumlah Titik

PEMANGKASAN: DLH Kota Banjarbaru memotong pohon tua dan yang berstatus rawan - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru meningkatkan kegiatan pemangkasan dan penebangan pohon tua maupun rawan tumbang di berbagai wilayah Kota Banjarbaru. Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif demi menjaga keselamatan masyarakat sekaligus menindaklanjuti arahan Wali Kota Banjarbaru terkait potensi bahaya pohon lapuk.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Banjarbaru, Dr. Hafid, menjelaskan penanganan dilakukan melalui dua mekanisme, yakni berdasarkan laporan masyarakat dan hasil survei langsung di lapangan. Secara regulasi, DLH memiliki kewenangan terhadap pohon di jalur hijau, namun tetap responsif terhadap kebutuhan warga.

“Kalau ada permohonan masyarakat dan memang berpotensi membahayakan, maka kami tindak lanjuti. Selain itu, kami juga melakukan survei untuk memetakan pohon-pohon tua dan kering yang rawan tumbang,” ujarnya.

Fokus survei saat ini berada di wilayah Cempaka dan Landasan Ulin, dengan temuan terbanyak di kawasan Landasan Ulin. Sejumlah penanganan telah dilakukan di Cempaka, termasuk di depan gardu induk yang terdapat pohon pinus besar dalam kondisi kering dan lapuk.

Penebangan dan pemangkasan juga dilakukan di area Puskesmas Cempaka Rawat Inap karena keberadaan pohon trembesi dan ketapang dinilai berisiko merusak bangunan. Selain itu, tindakan serupa dilakukan di belakang kolam renang dekat Masjid Muhajirin, di Lapangan Merdeka pada area lapangan sepak bola yang terdapat pinus kering, serta di samping Bank Mandiri.

Langkah tersebut diambil menyusul beberapa insiden pohon tumbang yang memicu kekhawatiran warga. DLH juga tengah memetakan pohon rawan tumbang di sepanjang jalan utama, termasuk kawasan Trikora.

Sebagai tindak lanjut, DLH menyiapkan program peremajaan pohon yang akan dimulai setelah Lebaran.

“Pohon yang ditebang akan diganti dengan tanaman baru. Khusus untuk trembesi, secara bertahap akan diganti dengan jenis yang lebih aman dan sesuai dengan kondisi perkotaan seperti jenis pohon tanjung,” jelasnya.

Menurut Hafid, trembesi menjadi perhatian karena karakter akarnya tidak menghujam kuat ke dalam tanah sehingga lebih rentan tumbang saat cuaca ekstrem.

Selain penanganan darurat, DLH tetap melakukan pemangkasan rutin di sepanjang Jalan Ahmad Yani guna menjaga estetika dan keselamatan pengguna jalan. Masyarakat pun diimbau lebih selektif dalam memilih jenis tanaman di lingkungan tempat tinggal.

“Pilih tanaman yang aman seperti angsana atau mahoni. Hindari menanam pohon besar yang berpotensi membahayakan rumah atau lingkungan sekitar,” imbaunya.

Sepanjang 2026, DLH mencatat sebanyak 58 pohon telah dipangkas dan 36 pohon ditebang. Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam mewujudkan kota yang aman, tertata, dan tetap hijau.

Penulis: H. Faidur

Lebih baru Lebih lama