![]() |
| PENINJAUAN: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat mengunjungi lokasi bencana banjir dan longsor - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah pusat telah melakukan upaya maksimal dalam menangani bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurutnya, meskipun tidak ditetapkan secara formal sebagai bencana nasional, penanganan di tiga wilayah tersebut dilakukan dengan pendekatan dan skala nasional.
“Saya hanya ingin mengingatkan bahwa di masa tanggap darurat, pemerintah pusat sudah bekerja dengan sangat maksimal melakukan mobilisasi nasional. Jadi diperlakukan dengan menghadapi bencana nasional,” kata Tito dalam rapat koordinasi Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Tito menjelaskan, pengerahan kekuatan pemerintah pusat sudah dilakukan sejak awal bencana terjadi, yakni pada 25 November 2025. Sejak saat itu, berbagai unsur langsung digerakkan ke wilayah terdampak.
Ia menyebutkan, ribuan personel TNI dan Polri dari berbagai daerah turut diterjunkan untuk membantu penanganan bencana. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan beragam bantuan logistik dan peralatan, termasuk kebutuhan pokok, helikopter, kapal, serta perahu karet yang digunakan dalam proses evakuasi dan penyelamatan warga.
Menurut Tito, perhatian pemerintah pusat juga ditunjukkan melalui kehadiran langsung pimpinan lembaga di lokasi bencana. Pada 29 November 2025, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto langsung menuju Sumatera Barat dan Sumatera Utara untuk memantau situasi dan mengoordinasikan penanganan di lapangan.
Tidak hanya itu, sejumlah menteri turut turun langsung ke daerah terdampak atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Beliau memimpin langsung rapat internal di Jakarta. Membagi tugas. Dan kemudian Bapak Presiden sendiri tercatat lebih kurang hampir 4 kali ke Aceh, 3 kali ke Sumatera Utara, 3 kali ke Sumatera Barat melihat langsung dan mengendalikan langsung,” ujar Tito. “Bahkan memimpin rapat beberapa kali. Termasuk di antaranya di Bandara Malikussaleh yang ada di Banda Aceh,” imbuhnya.
Tito menambahkan, seluruh unsur pemerintah dilibatkan dalam penanganan bencana tersebut. Mulai dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), BNPB, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, hingga Kementerian Dalam Negeri.
Sumber: Kompas.com

