![]() |
| PENINJAUAN: Wapres Gibran meninjau proses pelaksanaan MBG di SMA Negeri 1 Wamena - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, PAPUA PEGUNUNGAN – Sejumlah siswa SMA Negeri 1 Wamena, Papua Pegunungan, menilai porsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka terima saat kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Rabu (14/1/2026), berbeda dibandingkan hari-hari sebelumnya.
David, siswa kelas XII SMAN 1 Wamena, mengungkapkan bahwa porsi nasi yang disajikan saat kunjungan tersebut terlihat lebih banyak.
“Jadi biasanya kita tidak mendapat nasi sebanyak ini, biasanya cuma setengahnya dari sini,” ujar David.
David juga merupakan salah satu siswa yang berdialog langsung dengan Gibran terkait kualitas menu MBG. Menurutnya, Wapres sempat mengingatkan petugas Badan Gizi Nasional (BGN) agar tidak menambah porsi hanya karena adanya kunjungan pejabat.
“(Wapres Gibran) ngomong, ‘jangan cuma ada saya di sini lalu dilebihin’,” kata David menirukan pernyataan Gibran.
Selain porsi, David menyebutkan rasa makanan yang diterimanya saat itu juga berbeda. Ia menilai menu MBG hari tersebut lebih memiliki cita rasa dibandingkan menu sebelumnya.
Namun demikian, sejumlah siswa juga menyampaikan keluhan terkait tekstur daging yang dinilai masih keras. Hernidawati, salah seorang murid, mengaku kesulitan mengonsumsi daging tersebut.
“Tadi ditanyain Mas Wapres ‘dagingnya keras apa enggak?’, saya jawabnya keras. Ini juga untung bawa garpu sendiri. Mudah-mudahan besok lebih lembut dagingnya,” ujar Hernidawati.
Keluhan serupa disampaikan Lorenza. Ia berharap menu MBG ke depan dapat lebih variatif dan kualitasnya ditingkatkan. “Ini dagingnya keras banget. Sendok saya sampai patah. Mudah-mudahan nanti bisa tambah lebih enak lagi. Pencuci mulutnya jangan buah terus. Kalau boleh minta puding juga,” katanya.
Keluhan mengenai daging keras tersebut sempat mendapat perhatian langsung dari Gibran. Saat berdialog dengan David yang sedang makan, Gibran menanyakan kondisi daging yang disajikan.
“Keras ya?” tanya Gibran.
“Iya pak,” jawab David.
Gibran kemudian menegur petugas BGN yang mendampinginya. “Keras mas,” kata Gibran, yang langsung dijawab petugas dengan, “Siap.”
Meski menyampaikan sejumlah catatan, para siswa mengaku terbantu dengan adanya program MBG. Hernidawati mengatakan program tersebut membantu mengurangi pengeluaran harian mereka.
“Saya senang bisa dapat MBG. Uang sakunya jadi bisa diirit,” ungkapnya.
Sumber: Kompas.com

