Trending

Rupiah Ditutup Melemah di Rp16.956 per Dolar AS, Pasar Tunggu Sikap BI

MATA UANG: Penampakan Uang Rupiah dan Dollar - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (20/1/2025) sore, seiring meningkatnya tekanan di pasar keuangan global dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah tercatat berada di level Rp16.956 per dolar AS. Mata uang Garuda terdepresiasi sekitar 1,50 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi seiring dengan pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga berada di zona merah. Rupee India tercatat melemah 0,06 persen, peso Filipina turun 0,01 persen, dolar Taiwan melemah 0,04 persen, sementara won Korea Selatan mencatat pelemahan terdalam hingga 5,18 persen.

Analis pasar keuangan, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan dolar AS pada perdagangan hari ini dipicu oleh aksi jual obligasi pemerintah AS oleh para investor global.

“Namun, penguatan diperkirakan terbatas mengingat investor masih wait and see menantikan RDG BI besok,” ujar Lukman kepada IDN Times.

Lebih lanjut, Lukman memproyeksikan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut dalam jangka pendek. Bahkan, peluang rupiah untuk menyentuh level psikologis Rp17.000 per dolar AS dinilai masih terbuka.

“Potensi menyentuh Rp17 ribu terbuka lebar. Namun tentunya tergantung pada pandangan BI, sejauh mana dianggap masih ideal atau perlu intervensi. Range Rp16.900–17.000,” katanya.

Pelaku pasar kini menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dinilai akan menjadi penentu arah kebijakan dan stabilitas nilai tukar rupiah ke depan.

Sumber: Idntimes.com

Lebih baru Lebih lama