![]() |
| SOSOK: Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Sitorus - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Sitorus mengungkapkan bahwa sudah ada pihak-pihak yang mencoba melobi PDIP agar bersedia membuka pembicaraan terkait wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD. Meski demikian, hingga saat ini belum ada jadwal resmi untuk memulai pembahasan tersebut.
“Lobi-lobi, saya kira pembicaraan-pembicaraan, ngobrol-ngobrol sudah. Tapi kan memang belum ada jadwal resmi kapan dimulai pembahasan,” kata Deddy, Rabu (7/1/2025) lalu.
Deddy menegaskan, sejak awal PDIP konsisten menolak wacana pilkada tidak langsung melalui DPRD. Menurutnya, sikap partai berlambang banteng tersebut tidak akan berubah meskipun ada upaya pendekatan politik.
“Dan, sikap kita kan sudah tegas dari awal, kita enggak akan berubah. Bahwa itu adalah hak rakyat yang tidak bisa diwakilkan pada segelintir orang di DPRD,” tegas Deddy.
Ia juga mengakui bahwa secara komposisi kursi di DPR, posisi PDIP saat ini berada dalam kondisi minoritas. Deddy menyebut PDIP hanya memiliki sekitar 16 persen kursi parlemen, sementara sejumlah partai besar dalam koalisi pemerintahan telah menyatakan dukungan terhadap wacana pilkada via DPRD.
“Kalau hitung-hitungan matematisnya kita kan hanya 16 persen. Dengan enam partai sudah menyetujui maka secara matematika ya itu mereka akan berhasil mengusulkan dong,” ujarnya.
Partai-partai yang disebut Deddy telah menyatakan dukungan antara lain Golkar, PAN, PKB, dan Gerindra, yang kemudian diikuti oleh Nasdem dan Demokrat.
“Ya kan sudah sangat tegas dari awal yang bicarakan itu Golkar, PAN, PKB, lalu diamini oleh Gerindra. Belakangan kan Nasdem dan Demokrat juga sudah setuju,” lanjutnya.
Meski demikian, Deddy meyakini bahwa arah kebijakan politik tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah kursi di parlemen. Ia percaya masih ada faktor lain, termasuk tekanan dan aspirasi publik, yang dapat memengaruhi dinamika pembahasan wacana tersebut.
“Tapi kan pasti akan ada dinamika, pasti akan ada suara-suara masyarakat, suara kelompok lain yang tidak terwakilkan di legislatif,” pungkas Deddy.
Selain itu, Deddy memastikan soliditas internal Fraksi PDIP di DPR tetap terjaga dan akan berjalan seiring dengan keputusan partai, termasuk arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Ya, kan sikap ketua umum kita jelas. Siapa yang berani berbeda?” tegas Deddy.
Sumber: Kompas.com

