![]() |
| SOSOK: Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, saat menyampaikan komitmen pemerintah terkait stabilitas harga pangan dan kelancaran logistik menjelang lebaran 2026 - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat langkah mitigasi guna menjaga stabilitas harga pangan dan kelancaran logistik menjelang Idulfitri 1447 H atau Lebaran 2026.
Dalam rapat koordinasi tingkat tinggi yang digelar hari ini, pemerintah menetapkan target inflasi tetap terkendali sesuai dengan koridor Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yakni pada kisaran 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen.
Airlangga menyampaikan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah mengendalikan gejolak harga pangan, terutama komoditas kebutuhan pokok yang rentan mengalami kenaikan menjelang hari raya.
"Pemerintah terus menjaga agar inflasi sesuai dengan target dalam APBN yaitu 2,5 plus minus 1 persen. Dan kedua, pemerintah tadi melihat volatile food, terutama makanan untuk terus kita jaga di kisaran 3 sampai dengan 5 persen," ujar Airlangga di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Sebagai bagian dari persiapan menghadapi arus mudik dan Lebaran, pemerintah telah menyiapkan sejumlah program insentif untuk meringankan beban masyarakat, termasuk diskon tarif transportasi dan penyaluran bantuan sosial.
"Menjelang hari raya lebaran nanti, beberapa program telah dipersiapkan termasuk untuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, dan juga jalan tol itu sudah dipersiapkan. Demikian pula untuk bantuan sosial, baik itu beras maupun minyak kita sudah disiapkan juga," kata Airlangga.
Untuk mengantisipasi potensi kelangkaan pasokan di sejumlah daerah, pemerintah juga menekankan pentingnya kelancaran distribusi logistik dan penguatan koordinasi antarwilayah, terutama untuk komoditas strategis seperti beras, bawang merah, dan bawang putih.
"Mendorong agar koordinasi antara daerah dan pusat terus dijaga, terutama untuk pengadaan pasokan pangan antar waktu dan antarwilayah, logistik pangan dengan fasilitasi antar wilayah dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan. Kemudian juga pemerintah terus menjaga administered price terhadap berbagai pihak pangan," tuturnya.
Airlangga menambahkan bahwa dukungan infrastruktur logistik di berbagai daerah mulai menunjukkan dampak positif, tercermin dari tren inflasi yang berangsur menurun di sejumlah wilayah.
Pemerintah dijadwalkan kembali menggelar rapat koordinasi inflasi pada Juni mendatang untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan setelah periode Lebaran.
Rapat koordinasi yang dikemas dalam agenda sarapan pagi tersebut dihadiri sejumlah pimpinan kementerian dan lembaga strategis, di antaranya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM/CEO Danantara Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sumber: Inews.id

