RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL- Bank Kalsel menegaskan komitmennya untuk melakukan penguatan menyeluruh pada sistem keamanan siber dan tata kelola penyaluran kredit.
Hal itu dilakukan sebagai tindaklanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kinerja dan Dengan Tujuan Tertentu (DTT) Semester II Tahun 2025 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Kalimantan Selatan (Kalsel) berdasarkan UU No. 15 Tahun 2004.
Dalam acara penyerahan LHP yang berlangsung, Senin (26/1/2026) di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, Gubernur Kalsel H. Muhidin, memberikan arahan tegas kepada manajemen Bank Kalsel.
Terkait hasil evaluasi rutin BPK mengenai ketahanan siber, Gubernur Kalsel H Muhidin menginstruksikan agar dilakukan penguatan di semua sektor untuk menjamin keamanan data dan sistem informasi perbankan.
Sebab baginya keamanan siber adalah prioritas utama untuk melindungi kepercayaan nasabah.
“Saya meminta penguatan dilakukan pada seluruh lini,” ujarnya.
Dirinya juga menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit produktif.
“Ekspansi kredit harus dilakukan dengan baik dan wajib memperhatikan seluruh aspek risiko demi menjaga kesehatan bank,” katanya lagi.
Di sela acara tersebut dirinya juga memberikan dorongan strategis terkait status Bank Devisa yang telah disetujui oleh otoritas terkait.
Ia juga mengingatkan bahwa sebagai daerah penghasil sumber daya alam yang melimpah, potensi bisnis internasional melalui Bank Devisa sangatlah besar bagi kemajuan daerah.
“Saya meminta Bank Kalsel segera melengkapi syarat-syarat tambahan yang diminta regulator agar operasional Bank Devisa dapat segera berjalan. Kita harus menangkap peluang dari ekspor sumber daya alam kita,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin, menanggapi hal itu menyatakan sikap kooperatif pihaknya dalam menindaklanjuti rekomendasi BPK sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan berkelanjutan kepada nasabah.
Bank Kalsel berkomitmen menuntaskan Rencana Aksi (Action Plan) selambat-lambatnya 60 hari setelah LHP diterima.
“Kami berkomitmen segera menindaklanjuti hasil evaluasi rutin BPK dengan meningkatkan ketahanan siber pada seluruh aspek operasional. Selain itu, penyaluran kredit akan terus diperkuat melalui analisis prinsip kehati-hatian 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral, Condition) yang lebih mendalam untuk memitigasi risiko,” ujarnya.
Mengenai operasional Bank Devisa, dirinya juga memastikan bahwa proses pemenuhan syarat tambahan dari regulator berjalan sesuai jadwal.
“Kami sedang melakukan percepatan kelengkapan dokumen sesuai permintaan regulator,” imbuhnya.
Ia menambahkan, Bank Kalsel optimistis layanan Bank Devisa akan segera aktif untuk mendukung transaksi internasional para pelaku usaha di Kalsel secara lebih efisien.
Melalui langkah-langkah strategis ini, Bank Kalsel berkomitmen meningkatkan kualitas operasionalnya sebagai bank pembangunan daerah yang handal, aman, dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kalsel.
Sumber: Rilis Bank Kalsel

