Trending

Eksplorasi di Blok Mahakam Berbuah Manis, PHE Temukan Potensi Migas Signifikan di Sumur Metulang Deep

KILANG MINYAK: Penampakan kilang minyak milik PT Pertamina Hulu Energi - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, JAKARTA – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) kembali menunjukkan kinerja eksplorasi yang solid melalui anak usahanya, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), setelah berhasil menemukan potensi sumber daya minyak dan gas bumi dari pemboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP)-1x di wilayah lepas pantai South Mahakam, Kalimantan Timur.

Pemboran MDP-1x merupakan bagian dari strategi Near Field Exploration yang dijalankan PHE untuk mempercepat monetisasi temuan migas dengan memanfaatkan fasilitas produksi eksisting di lapangan yang telah memasuki fase matang. Dengan keterbatasan wilayah kerja, PHM tetap agresif melakukan eksplorasi melalui penerapan konsep dan pendekatan geologi terbaru.

Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak.

"Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras tim eksplorasi kami dalam menerapkan new exploration play concept di area yang sudah mature, juga berkat kolaborasi erat antara PHE dengan SKK Migas dan Kementerian ESDM," ungkap Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng dikutip Jumat (2/1/2025).

Ia menambahkan bahwa temuan ini diharapkan dapat segera memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional.

"Diharapkan temuan sumber daya kontijen Original Oil in Place (OOIP) yang diperkirakan sekitar 106 juta barel ekuivalen minyak (MMBOE) ini dapat segera dikembangkan dan berkontribusi pada lifting migas nasional demi mewujudkan swasembada energi dan ketahanan energi nasional," tambah dia.

Sejak resmi mengelola Blok Mahakam pada 1 Januari 2018, PHM telah mengebor enam sumur eksplorasi dengan tingkat keberhasilan yang tinggi. Dari jumlah tersebut, empat sumur berhasil mencatatkan discovery, termasuk MDP-1x yang dinilai sebagai salah satu temuan penting di area tersebut.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sekaligus Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina, Sunaryanto, menekankan pentingnya kegiatan eksplorasi untuk menjaga kesinambungan pasokan energi.

"Dengan temuan pengeboran MDP-1x, kami akan segera melakukan pengembangan untuk mendorong peningkatan produksi secara berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi di Kalimantan, serta meningkatkan rasio cadangan terhadap produksi atau RtoP Pertamina Hulu Indonesia," ujarnya.

Sumur MDP-1x dibor hingga kedalaman terukur 4.260 meter dan menembus Formasi Yakin. Meskipun target utama tersebut hanya dapat ditembus sebagian akibat kondisi tekanan tinggi, PHM berhasil mengidentifikasi potensi signifikan pada formasi yang lebih dangkal, yakni Sepinggan Carbonate Sequence (SCS) dan Sepinggan Deltaic Sequence (SDS).

Hasil uji alir pada zona SCS mengonfirmasi kemampuan produksi yang baik dari reservoir karbonat dan batu pasir. Dengan interval uji sepanjang 25,5 meter, sumur ini mencatatkan laju alir maksimum sekitar 2.821 barel minyak per hari (BOPD) serta produksi gas sebesar 5 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).

Capaian ini memperkuat keyakinan bahwa lapangan migas yang telah mature masih menyimpan potensi besar apabila dikelola melalui inovasi teknologi dan strategi eksplorasi yang tepat. Keberhasilan di Mahakam juga sejalan dengan pencapaian Subholding Upstream Pertamina lainnya pada 2025, termasuk hasil uji produksi sumur BNG-064 dan BNG-067 di Blok D, Struktur Benuang, serta keberhasilan eksplorasi di wilayah onshore Jawa Barat.

Menutup pernyataannya, Sunaryanto menegaskan komitmen perusahaan dalam menjalankan operasi hulu migas yang berkelanjutan.

"PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016," pungkas Sunaryanto.

Sumber: cnbcindonesia.com

Lebih baru Lebih lama