Trending

Banjir Ancam Kalsel, Gubernur Minta Semua SKPD Siaga

RAMAI: Gubernur Kalsel, H. Muhidin (tengah) menghadiri peringatan Harjad ke-66 Batola - Foto Dok Biro Adpim Kalsel

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk terlibat langsung dalam membantu warga terdampak banjir di sejumlah wilayah kabupaten/kota di Kalsel.

Instruksi tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri puncak peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Barito Kuala (Batola), Minggu (4/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Muhidin mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya banjir dan gelombang pasang atau rob, yang rawan terjadi pada bulan Januari berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kita harus waspada di bulan Januari ini, karena air laut naik menurut BMKG, makanya terjadi banjir dan rob. Jadi, kita tidak boleh lengah. Semua pihak harus siap siaga menghadapi kondisi cuaca yang bisa berubah sewaktu-waktu,” ujar Muhidin.

Untuk penanganan banjir yang sudah terjadi, Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah mengerahkan seluruh SKPD agar turun langsung ke lapangan membantu masyarakat.

“Kita kerahkan sampai saat ini semua SKPD Pemprov Kalsel untuk turun meninjau dan membantu langsung warga terdampak banjir,” terangnya.

Gubernur juga meminta Pemerintah Kabupaten Barito Kuala untuk terus memantau perkembangan kondisi alam serta melakukan langkah-langkah mitigasi bencana secara terukur dan berkelanjutan agar tidak ada warga yang terlewat dari penanganan.

“Saya harap Bupati Batola juga bisa terus memantau dan mengidentifikasi kemudahan yang bisa dimanfaatkan untuk meminimalkan dampak bencana. Semua langkah-langkah tersebut harus dicatat dan dipantau dengan baik,” tegasnya.

Selain penanganan darurat, Muhidin menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan masyarakat dalam upaya perbaikan rumah warga terdampak banjir, terutama rumah panggung yang rentan terendam air.

“Mari kita bantu masyarakat kita, terutama yang rumah panggungnya sudah terendam. Dulu ada ukuran tinggi panggung tertentu, sekarang mari kita bantu untuk memperbaiki dan menambah ketinggiannya. Semua itu demi kenyamanan dan keamanan warga kita,” jelasnya.

Muhidin menutup arahannya dengan harapan agar perencanaan pembangunan dan penanggulangan bencana ke depan dapat disusun secara lebih matang dan terkoordinasi.

“Dengan perencanaan yang baik dan kolaborasi yang kuat, kita dapat menghadapi tantangan ini dengan lebih mudah. Mari kita buat perencanaan yang lebih matang untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Sebagai informasi, potensi cuaca ekstrem, banjir, dan rob masih menjadi perhatian utama di Kalimantan Selatan seiring meningkatnya intensitas hujan dan naiknya permukaan air laut pada musim hujan awal tahun.

Sumber: wasaka.go.id

Lebih baru Lebih lama