Trending

Tradisi Grebeg Kampung Hidup Lagi, Hutan Meranti Dipadati Warga Kotabaru

RAMAI: Tradisi Grebeg Kampung dalam perhelatan MP2AF - Foto Dok Istimewa

RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL – Tradisi Grebeg Kampung kembali menghidupkan suasana budaya di kawasan Hutan Meranti, Desa Sebelimbingan. Kegiatan yang menjadi penutup Meranti Putih Perform Art Festival (MP2AF) itu berhasil menarik ratusan warga untuk hadir dan meramaikan acara.

Koordinator Lapangan, Kholil, menjelaskan bahwa Grebeg Kampung merupakan tradisi lama yang dahulu dikenal sebagai Grebeg Suro. Melalui perhelatan MP2AF, tradisi tersebut kembali digelar untuk memperkuat nilai kebersamaan dan gotong royong yang sudah mengakar dalam masyarakat.

Keunikan acara ini tampak dari penggunaan bahasa Jawa kuno dalam penyajiannya. Sebuah Tumpeng berisikan hasil panen warga mulai dari sayuran hingga buah-buahan menjadi simbol rasa syukur atas limpahan rezeki. Setelah didoakan, Tumpeng tersebut menjadi rebutan warga yang meyakini keberkahannya.

Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, mengapresiasi penuh upaya pelestarian tradisi tersebut. Ia menyebut Grebeg Kampung sebagai warisan budaya yang sarat sejarah dan nilai spiritual. Syairi juga mendorong agar kegiatan serupa digelar lebih besar tahun depan dengan melibatkan Desa Megasari, Sebelimbingan, dan Gunungsari.

Selain ritual budaya, acara ini juga dirangkai dengan kegiatan penanaman dan pemeliharaan pohon ulin di kawasan Ekowisata Hutan Meranti. Aksi penghijauan yang diinisiasi Lembaga Pelatihan Kursus Mitra Insan Prima (LPK MIP) tersebut dimulai oleh Wakil Bupati Kotabaru sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.

Penanaman ini diharapkan dapat memastikan keberlangsungan pohon ulin yang menjadi salah satu kekayaan hutan khas Kalimantan. Kegiatan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kotabaru, Awaludin, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Sonny Tua Halomoan, Pimpinan LPK MIP, Noor Irfansyah, serta pelajar dan masyarakat sekitar.

Penulis: Mawardi 

Lebih baru Lebih lama