![]() |
| RAMAI: Suasana pelaksanaan konferensi internasional dengan melibatkan enam negara yang diselenggarakan oleh Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda - Foto Dok Istimewa |
RILISKALIMANTAN.COM, KALTIM – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda kembali menunjukkan perannya dalam pengembangan akademik internasional melalui penyelenggaraan dua konferensi besar: The 1st Accounting and Management International Conference (AMICO) dan The 1st International Conference on Civil Engineering, Architecture, and Urban Planning (ICCA-UP) 2025. Agenda ini melibatkan peserta dari enam negara dan digelar di Swiss-Belhotel Samarinda, Sabtu (22/11/2025).
Kegiatan dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas fakultas tersebut. Ia menilai konferensi internasional seperti ini menjadi ruang penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia daerah.
“Ini merupakan International Conference untuk ekonomi, teknik sipil, arsitektur, dan urban planning. Ini satu-satunya International Conference yang ada di Kaltim. Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk mahasiswa agar mereka mendapat wawasan dari luar negeri,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah mendukung penuh kegiatan akademik yang membuka akses global bagi mahasiswa dan tenaga pendidik.
“Acara seperti ini harus sering digelar. Ini meningkatkan ilmu anak-anak kita dan tentu saja membawa kebaikan untuk pembangunan Kaltim. Apalagi dengan adanya program GratisPol, kalau kita ikuti dengan seminar-seminar internasional seperti ini maka akan membawa berkah bagi mereka,” katanya.
Dekan Fakultas Teknik Untag Samarinda, Tukimun, menyampaikan bahwa konferensi tahun ini diikuti peserta dari Malaysia, Uzbekistan, Timor Leste, Thailand, Filipina, dan Indonesia. Peserta dari luar negeri turut bergabung secara daring.
“Ini salah satu output kampus dalam menjalankan Tridarma. Kegiatan ini hasil kolaborasi antara Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang bekerja sama dengan rekan-rekan luar negeri,” tuturnya.
Kolaborasi antar fakultas ini merupakan kelanjutan dari berbagai kerja sama akademik yang selama ini dibangun Untag, baik di tingkat nasional maupun internasional. Termasuk kunjungan bersama ke Malaysia yang baru-baru ini dilakukan.
“Ke depan akan kita tingkatkan ke level universitas sehingga seluruh fakultas di Untag bisa terlibat dalam kegiatan serupa,” tambahnya.
Melalui konferensi ini, berbagai riset strategis mengenai pembangunan Kalimantan Timur, termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), dipresentasikan. Bahasan yang diangkat meliputi transportasi, bangunan gedung, drainase, arsitektur berciri lokal, serta penataan kota dan desa penyangga IKN.
“Ada juga riset kolaborasi dengan desa di Sepaku. Minggu besok kami akan melakukan pengabdian masyarakat seperti penanaman 100 pohon durian Musang King dan pembinaan UMKM jamur,” jelas Tukimun.
Hampir 200 penelitian dipresentasikan dalam forum ini oleh dosen, mahasiswa magister, mahasiswa sarjana, serta peneliti dari berbagai kampus regional dan nasional. Beberapa di antaranya juga merupakan hasil kerja sama dengan BRIDA Kaltim.
“Kami juga bekerja sama dengan BRIDA Kaltim dalam berbagai riset, termasuk kajian Super Hub Kalimantan Timur yang akan diekspos Senin mendatang,” bebernya.
Seluruh hasil riset akan diterbitkan dalam jurnal internasional maupun prosiding ber-ISSN dan ISBN, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai rujukan publik, akademisi, dan pemerintah daerah.
Konferensi internasional ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi kontribusi akademik yang lebih besar terhadap kebijakan pembangunan di Kaltim.
“Semua riset ini berpotensi menjadi rujukan kebijakan, terutama yang berkaitan dengan tata kota, bangunan gedung, dan kebutuhan pembangunan Kaltim serta IKN,” tutupnya.
Dengan kehadiran peneliti dari enam negara dan ratusan karya ilmiah, gelaran AMICO & ICCA-UP 2025 menandai babak baru perkembangan riset internasional di Kalimantan Timur.
Penulis: Dy/ADV/Diskominfo Kaltim

